• July 24, 2024 1:45 am

Bupati Wonosobo: MQK berdampak positif bagi pesantren

Bupati Wonosobo: MQK berdampak positif bagi pesantren

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Wonosobo (ANTARA) – Pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Provinsi Jawa Tengah 2023 di Kabupaten Wonosobo berdampak positif bagi pengembangan lembaga pendidikan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam, kata Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.

“Khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga intelektual Muslim yang mampu berperan sebagai penjaga moral, melalui pengamalan ilmu-ilmu yang telah didapat dengan berdakwah,” katanya di Wonosobo, Sabtu.

Ia menyampaikan hal tersebut pada pembukaan seleksi terbatas MQK tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 di Wonosobo.

Baca juga: Kampung bahasa berbasis pondok pesantren dirintis di Wonosobo

“Saya harap MQK dapat dijadikan sebagai ruang dan media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, yang secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan,” katanya.

Apalagi, kata dia, di tengah derasnya arus modernisasi, yang selain berdampak positif juga memiliki dampak negatif, seperti memudarnya nilai-nilai agama dan terkikisnya nilai moral bangsa, sehingga mengakibatkan sebagian masyarakat bingung serta terjerumus ke dalam sudut-sudut yang mengkotak-kotakkan agama dan menggeser peradaban bangsa.

Menurut dia, pondok pesantren memiliki tiga peran penting, yakni peran pendidikan, peran dakwah, dan peran pemberdayaan masyarakat, yang ketiganya begitu esensial dalam pembangunan sumber daya manusia.

Baca juga: Polda Jateng: Pondok pesantren berperan penting tangkal radikalisme

Pondok pesantren tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menuntun para santrinya memiliki kesalehan individu (habluminallah), namun juga agar memiliki kesalehan sosial (habluminannas) sehingga mampu memberdayakan dirinya, keluarga, dan masyarakat.

“Dalam hal ini, pondok pesantren terbukti mampu menghasilkan cendekiawan yang tidak hanya mumpuni dalam bidang keagamaan, namun juga berkualitas dalam pola pikir dan bijak dalam berperilaku, khususnya dalam berkontribusi terhadap kemajuan bangsa,” katanya.

Baca juga: 15 ponpes terima penghargaan dari Pemprov Jateng

Ia menyampaikan bahwa selaras dengan hal tersebut MQK sepatutnya mampu menggugah dan menjadi daya tarik serta ruang tersendiri, sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri untuk mempelajari Al Quran, hadits, dan kitab kuning, sebagai fondasi dalam beribadah, berdakwah, dan berkehidupan, baik dalam lingkungan pondok pesantren maupun di luar pondok pesantren.

 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Bupati Wonosobo: MQK berdampak positif bagi pesantren” pada 2023-06-03 20:30:38

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *