• August 19, 2022 7:03 pm

Mahfud Sambut Ayah Brigadir J: Kita Harus Sabar

Mahfud MD menjawab kritik terhadap Kepala BIN Sulteng yang dilantik jadi Penjabat (Pj.) Bupati Seram Bagian Barat.
Jakarta, CNN Indonesia

Ayah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat menemui Menko Polhukam Mahfud MD di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) pada Rabu (3/8).

Samuel hadir didampingi oleh pengacara perkumpulan Marga Hutabarat di Jakarta untuk menyikapi peristiwa tewasnya Brigadir J di Rumah Dinas Irjen Sambo.

Pada momentum itu, Samuel Hutabarat mengaku sakit hati usai anaknya kerap dituding melakukan pencabulan sebelum adanya putusan pengadilan.

“Kami atas nama Hutabarat di seluruh Jabodetabek merasa terpukul, merasa sakit hati kami. Bukan cuma Indonesia, seluruh dunia sudah mengucapkan ini, belum ada keputusan pengadilan, anak kami dikatakan mencabuli. Jadi ini kami kurang terima,” kata Samuel.

Samuel menjelaskan belakangan ini banyak pihak yang menuding bahwa Brigadir J melakukan tindak pelecehan seksual. Seakan-akan, tudingan itu sudah benar dan melalui vonis bersalah oleh pengadilan. Padahal, lanjut dia, belum ada proses atau putusan pengadilan yang berjalan atas kasus tersebut.

“Saya sampaikan hari ini saya perhatikan di luar sana telah memvonis tak secara kehakiman bahwa anak ini bersalah. Ini pukulan berat, ada pepatah mengatakan fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” kata Samuel.

Sementara itu, Pengacara Perkumpulan Marga Hutabarat, Pheo Hutabarat mengatakan Mahfud MD hanya geleng-geleng kepala ketika melihat hasil bukti permohonan visum et repertum Brigadir J.

Bukti visum et repertum itu sempat disampaikan oleh Kapolres Jakarta Selatan Nonaktif Kombes Budhi Herdi Susianto pada 8 Juli lalu. Budhi, kata Pheo, mengatakan hanya ada satu lubang bekas tembakan di tubuh Brigadir J.

“Di situ kita lihat, pak menteri juga liat, dua perkataan bahwa di tubuh jenazah jasad adik saya hanya ditemukan satu lubang di dada. Pak menteri geleng-geleng kepala, saya enggak tahu artinya apa, tapi kalau kita mengatakan ini sudah ada tindakan menutup-nutupi,” kata Pheo usai bertemu Mahfud.

Tak hanya hasil visum, Pheo turut membawa bukti press release dari pihak kepolisian dan beberapa bukti lain yang sudah menjadi milik umum saat bertemu Mahfud.

Pheo mengatakan Marga Hutabarat sengaja menemui Mahfud untuk menjelaskan ada dugaan tindak pidana yang bertujuan untuk menghalangi proses hukum atau obstruction of justice oleh oknum polisi dalam kasus kematian Brigadir J.

Bukan Kriminal Biasa

Seusai pertemuan, Mahfud MD menegaskan bahwa insiden penembakan Brigadir J bukan kasus kriminal biasa.

“Saya katakan maaf ini tak sama dengan kriminal biasa, sehingga harus bersabar. Karena ada psiko hierarkial, ada juga psiko politisnya,” kata Mahfud.

Mahfud mengatakan semua pihak harus bersabar terkait pengusutan kasus ini. Ia menilai tak perlu berpendapat lebih lanjut karena Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo tengah mengusut kasus tersebut.

“Ada yang bilang katanya ‘tingkat Polsek juga bisa’, tetapi ini ada tadi, ada psiko hierarkis dan psiko politis macam-macam. Sehingga kita harus sabar,” kata Mahfud.

Mahfud lantas menegaskan tidak ikut campur dalam proses penanganan kasus tersebut. Namun, Ia hanya mengawal berbasis kebijakan negara agar kasus ditangani dengan benar dan terbuka.

“Soal pendapat dan proses itu saya tidak boleh ikut campur. Tugas saya adalah mengawal kebijakan dan arahan presiden bahwa harus dibuka dengan benar,” ucap dia.

Mahfud MD mengaku telah memegang catatan dari berbagai pihak seperti intelijen, Kompolnas, purnawirawan polisi hingga Komnas HAM terkait dengan kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

“Sehingga saya punya catatan lengkap, dari keluarga ada, dari intelijen ada, dari purnawirawan polisi ada, dari Kompolnas ada, dari Komnas HAM ada, dari LPSK ada, dari sumber-sumber perorangan di Densus di BNPT,” ucap Mahfud.

Meski demikian, Mahfud menegaskan tidak ikut campur dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung oleh kepolisian.

Di sisi lain, Mahfud menilai upaya Kapolri Jendral Listyo Sigit sudah banyak melakukan pelbagai permintaan publik. Salah satunya Kapolri telah membentuk tim khusus untuk menangani perkara ini.

Tak hanya itu, Kapolri juga telah menonaktifkan pelbagai pihak dari jabatannya di kepolisian yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Mulai dari Irjen Ferdy Sambo yang dinonaktifkan jabatannya dari Kadiv Propam Mabes Polri hingga Kombes Pol Budhi Herdi Susianto dari jabatannya sebagai Kapolres Jakarta Selatan

“Rakyat tidak puas lagi, ‘Pak, itu harus dinonaktifkan. Kalau dia masih aktif di situ nanti penyelidikannya bisa ndak objektif, bisa terpengaruh’. Oke dinonaktifkan Sambo, pokoknya ada tiga lah (dinonaktifkan). Kan sudah responsif Kapolri,” kata Mahfud.

(rzr/DAL)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Mahfud Sambut Ayah Brigadir J: Kita Harus Sabar

Leave a Reply

Your email address will not be published.