• August 15, 2022 1:24 am

FKPT Lampung Sebut Narasi Kebencian Timbulkan Perpecahan Bangsa

KETUA Bidang Agama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung Ustaz Suparman Abdul Karim mengatakan narasi kebencian dapat menimbulkan perpecahan bangsa.

Menurut dia, fenomena elite politik dan tokoh nasional yang justru terjerat pada kasus penyebaran narasi ujaran kebencian sangat disayangkan karena dapat berujung pada perpecahan di masyarakat.

“Ketika mereka memperjuangkan aspirasinya, keinginan, dan tujuan sesuai dengan aturan yang ada; maka itu di jalur yang benar. Tetapi ketika hal itu diperjuangkan dengan cara yang salah, menebar kebencian, maka ia tidak akan pernah mendapat kemenangan melainkan kehinaan,” kata Suparman seperti dilansir Antara di Jakarta, Kamis (28/7).

Ujaran kebencian merupakan ekspresi dari kebencian itu sendiri, kata dia, termasuk penyakit hati yang sangat merusak pribadi. Jika terus dibiarkan, ujaran kebencian justru akan menjadi persoalan ketika diekspresikan secara liar, khususnya di media sosial.

“Ketika itu diekspresikan secara liar, di media sosial, dan direspons orang banyak, maka akan memengaruhi banyak orang. Yang pro akan terus menyebarkan kebencian, yang kontra akan memunculkan reaksi negatif terhadap kebencian yang disebarkan,” jelasnya.

Dalam perspektif agama, katanya, membicarakan keburukan orang lain dosanya lebih kejam dari berzina. Sedangkan, ketika yang dibicarakan atau disampaikan tidak sesuai fakta, maka fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, sehingga dibutuhkan suatu gerakan hijrah dari narasi ujaran kebencian dan pemecah belah.

 

Baca juga: Sambut Hari Jadi Klaten, Bupati Ziarah ke Makam Bupati Terdahulu

 

“Jadi kita harus berhenti dan mulai berhijrah. Karena sekali lagi, tidak akan mendapat kemenangan dan keberhasilan, kalau kita keluar daripada jalur yang ada (membuat ujaran kebencian),” kata Suparman.

Oleh karena itu, menurutnya, gerakan hijrah dari narasi ujaran kebencian yang memecah belah sudah harus segera dimulai. Mulai dari diri sendiri, tokoh publik, artis, tokoh agama, guru, hingga para mubalig harus dapat memberikan contoh terbaik dengan tidak saling menjatuhkan, melainkan saling mendukung.

“Semua orang harus mulai, mulai diri sendiri, terutama public figure, artis, tokoh agama, guru, mubaligh, harus mulai itu semua. Jadi. hijrah dari narasi ujaran kebencian. Jadi, artinya ada kompetisi yang sehat, saling menasehati satu sama lain, bukan saling menjatuhkan satu sama lain,” ujarnya.

Sebagai seorang tokoh publik, katanya, para pemimpin bangsa seharusnya sudah harus bisa menjadi teladan yang baik yang mampu memberikan contoh teladan dan mengayomi masyarakat.

Suparman berharap peran para tokoh agama dapat lebih ditonjolkan dan tegas dalam hal mengarahkan umat ke jalan yang benar, bukan justru menjadi provokator yang justru menjerumuskan umat kepada hal yang negatif. (Ant/OL-16)


Sumber: Media Indonesia | FKPT Lampung Sebut Narasi Kebencian Timbulkan Perpecahan Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published.