• August 15, 2022 1:45 am

LKP Sebut Moeldoko Punya Kualifikasi Jadi salah satu Capres 2024

ByRedaksi PAKAR

Aug 19, 2016

LEMBAGA Klimatologi Politik (LKP) menyebut bahwa semua anak bangsa punya hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai capres 2024. Mereka juga menyebut dari semua kandidat bakal calon presiden yang ada saat ini, semua masih peluang yang sama, salah satunya yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Mereka bahkan menyebut Moeldoko secara kualitatif memiliki hampir semua kriteria untuk jadi capres. Meski secara kuantitatif berdasarkan hasil survei berbagai lembaga riset, Moeldoko belum memiliki tingkat elektabilitas yang signifikan dibandingkan kandidat bacapres lain seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, hingga Anies Baswedan, namun ia tetap punya peluang.

Baca juga: Pengamat: NasDem Diuntungkan dengan Umumkan 3 Capres

“Secara kualitatif Moeldoko memiliki hampir semua kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin nasional. Sebab itu mantan Panglima TNI itu secara kualitatif layak untuk menjadi capres,” ujar Direktur Eksekutif LKP, Usman Rachman dalam rilisnya, Jumat (15/7).

Usman menjelaskan bahwa LKP melakukan riset kualitatif secara periodik setiap empat bulan sekali dengan menetapkan 13 indikator sebagai acuan kelayakan apakah seorang tokoh layak menjadi bacapres atau tidak.

“Indikator itu di antaranya latar belakang keluarga, prestasi belajar (pendidikan), pangkat kedinasan, aktivitas keorganisasian, jumlah penghargaan, tanggung jawab kerja, pemahaman empiris tugas, gagasan besar, kontroversi dan lain-lain,” paparnya.

“Dari 13 indikator tersebut, menurut kajian LKP, Moeldoko mencapai nilai tertinggi dalam 9 indikator, unggul dari semua tokoh yang namanya selalu mewarnai survei kuantitatif,” tambah Usman.

Khusus mengenai gagasan besar untuk bangsa dan negara, menurut kajian LKP, Moeldoko merupakan salah satu tokoh yang komitmen kebangsaannya sangat konsisten. Mulai dari isu-isu integritas territorial, ancaman terorisme, radikalisme, keutuhan NKRI, toleransi beragama, hingga masalah character building bangsa, ia dinilai memiliki solusi tepat.

“Sebagai mantan Panglima TNI, komitmen kebangsaan Moeldoko sudah tidak diragukan lagi. Ia tidak pernah berpikir dan bertindak sektarian,” ucap Usman.

Selain itu, lanjut Usman, dalam kapasitas sebagai Kepala Staf Kepresidenan, dia selalu hadir dengan gagasan yang solutif atas berbagai isu nasional yang menjadi keprihatinan publik luas, mulai dari persoalan minyak goreng hingga masalah lapangan kerja.

“Mulai dari isu minyak goreng, kelangkaan pupuk, mahalnya harga-harga kebutuhan pokok, hingga kelangkaan lapangan kerja, Moeldoko selalu hadir dengan jalan keluar. Dengan kata lain, Moeldoko sangat responsif terhadap isu-isu nasional yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak,” jelasnya.

Selama ini diskusi tentang capres di republik ini selalu berbasis hasil survei kuantitatif yang dirilis oleh berbagai lembaga riset. Menurut LKP, ini tidak salah mengingat survei adalah agregat pendapat rakyat dan capres akan dipilih langsung oleh rakyat.

Namun, lanjutnya, seorang tokoh yang masuk papan atas rating survei kuantitatif bukan berarti secara kualitatif memenuhi kriteria sebagai pemimpin nasional. Banyak tokoh memperoleh tingkat elektabilitas yang signifikan di papan atas survei lebih karena kemampuannya memanfaatkan media sosial.

“Tidak ada salahnya selain menyandarkan pada riset kuantitatif (hasil survei), penentuan calon presiden untuk Pemilu 2024 juga mempertimbangkan aspek-aspek kualitatif dariĀ  kandidat capres,” tegas Usman.

“Sudah saatnya pula lembaga-lembaga riset melakukan kajian-kajian kualitatif tentang capres 2024 dan merilisnya sebagaimana mereka merilis hasil-hasil survei kuantitatif yang selalu menjadi acuan publik luas dalam memilih capres,” pungkasnya.

Pada riset kualitatif yang dilaksanakan LKP pada periode kali ini yaitu dari tanggal 1-30 Juni dengan memusatkan kajiannya pada rekam jejak (track-record) dan dokumen narasi yang disampaikan Moeldoko melalui media cetak maupun online.

Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kajian dokumentasi (document based-research) dan observasi. Sementara pengolahan data rekam jejak dilakukan dengan perbandingan indikator-indikator acuan kelayakan calon presiden yang ditemukan secara empiris (induktif). (RO/A-1)


Sumber: Media Indonesia | LKP Sebut Moeldoko Punya Kualifikasi Jadi salah satu Capres 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published.