• August 9, 2022 12:10 am

Fatayat NU Gelar Kongres, 2 Komisioner KPAI Masuk Bursa Ketum

Fatayat NU menggelar kongres selama 4 hari di Palembang. Dua komisioner KPAI, Margaret dan Ai Maryati, masuk bursa ketum.
Jakarta, CNN Indonesia

Salah satu badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), Fatayat NU, menggelar kongres ke-XVI di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan. Acara digelar selama empat hari mulai Kamis (14/7) hingga Minggu (17/7).

“Betul, pembukaannya esok oleh Wapres [Ma’ruf Amin] pukul 14.00 WIB,” kata Ketum PP Fatayat NU Anggia Ermarini kepada CNNIndonesia.com, Kamis.

Forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi yang bergerak di bidang perempuan muda NU itu memiliki agenda utama memilih ketua umum untuk lima tahun ke depan yaitu periode 2022-2027.

Di samping itu, kongres akan merancang arah gerak organisasi dan program kerja selama lima tahun.

“Jadi kita akan bahas bagaimana arah gerakan fatayat NU selama ke lima tahun ke depan. Tentang program kerja, yang akan jadi rekomendasi organisasi kita. Dan pemilihan Ketum Fatayat NU lima tahun ke depan 2022-2027,” kata Sekum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah

Margaret mengatakan peserta Kongres ke-XVI Fatayat NU adalah seluruh pengurus pimpinan cabang, pimpinan wilayah, dan pengurus pimpinan cabang istimewa.

Adapun Fatayat NU memiliki 34 pimpinan wilayah pada tingkat provinsi, 480 pimpinan cabang pada tingkat kabupaten/kota.

Dua Komisioner KPAI Masuk Bursa Ketum

Dikutip di laman resmi NU, Margaret Aliyatul Maimunah dan Ai Maryati Sholihah digadang-gadang masuk menjadi kandidat Ketua Umum Fatayat NU periode 2022-2027. Selain pengurus Fatayat NU, keduanya tercatat pula sebagai Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017-2022.

Masing-masing kandidat membawa komitmen untuk membuat terobosan baru dalam organisasi yang didirikan di Surabaya tahun 1950 itu.

Saat dihubungi, Margaret mengakui akan maju sebagai calon ketum dalam Kongres Fatayat NU. Perempuan asal Jombang itu memiliki gagasan untuk penguatan sistem kaderisasi dan kelembagaan Fatayat NU ke depannya.

Tak hanya itu, dia berencana memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi sebagai strategi dakwah Fatayat NU bila terpilih sebagai ketum nantinya.

“Karena organisasi kita ini diisi oleh para perempuan muda NU, dan berbasis keagamaan, ke depan kita menguatkan organisasi agar jadi sumber rujukan utama pengetahuan Islam yang konsen pada perempuan dan anak,” kata Margaret.

“Dan yang baik-baik dari pengurus sebelumnya akan kita lanjutkan. Semisal kesehatan reproduksi, penguatan kemandirian ekonomi perempuan, dakwah melawan radikalisme itu jadi fokus kita ke depan,” tambahnya.

Sementara Ai Maryati Solihah, memiliki konsen terhadap reorganisasi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Fatayat NU. Ia menuturkan reorganisasi yang efektif akan menciptakan tatanan yang dinamis sehingga Fatayat bisa terlibat dalam perumusan kebijakan strategis, utamanya menyangkut kajian anak dan perempuan.

“Membutuhkan reorganisasi di dalam menciptakan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Memastikan kader Fatayat bisa masuk dan terlibat dalam positioning strategis,” ujar Ai dikutip dalam laman resmi NU.

Mantan Ketua Umum Korps PMII Puteri itu menilai langkah demikian bisa terwujud melalui optimalisasi peran Fatayat NU sebagai organisasi sosial keagamaan. Selain itu, Ia memiliki rencana reorganisasi yang diusung juga diharapkan bisa membawa peningkatan indeks pembangunan manusia.

“Dengan optimalisasi peran organisasi dan menuju pada peningkatan indeks pembangunan manusia seutuhnya di Indonesia,” kata dia.

(rzr/tsa)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Fatayat NU Gelar Kongres, 2 Komisioner KPAI Masuk Bursa Ketum

Leave a Reply

Your email address will not be published.