• August 15, 2022 2:19 am

Penolakan PM Pakistan Kutuk Rusia, Jadi Bukti Mimpi Muhammad Qasim

SELAMA lima tahun lebih meneliti mimpi Muhammad Qasim tidak ada yang bertentangan dengan Al Qur’an dan hadist, bahkan melengkapinya karena ada gambaran yang lebih detil apa yang akan terjadi

Seperti pada Jumat (8/7) lalu kembali trending topik Indonesia memunculkan tagar #BuktiMimpiMuhammadQasim setelah pada Jumat seminggu lalu, dunia twitter Malaysia juga dibanjiri tagar #MimpiMuhammadQasim.

Kal ini muncul tambahan kata “Bukti” di depan tagar untuk menegaskan bahwa sudah puluhan mimpi Muhammad Qasim yang terbukti dan mengingatkan mimpi lainnnya juga akan terjadi.

Salah satu bukti adalah kutipan kata-kata Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pada 7 Maret 2022 saat menolak bujukan Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk ikut mengutuk dan memberi sanksi bagi Rusia yang menyerang Ukraina.

“Aku bukan budakmu” itulah kata-kata yang terlontar dari Imran Khan yang secara persis sudah diungkapkan oleh Muhammad Qasim yang menceritakan mimpinya tanggal 27 Agustus 2018.

Penegasan Imran Khan menunjukkan Pakistan tidak lagi akan tunduk dari dikte negara adidaya Amerika Serikat.

Bukti itu merupakan satu dari puluhan fakta yang sudah Allah SWT kirimkan melalui pemuda asal Lahore Pakistan itu. Bukti lain yang mengiringi perjalanan politik Imran Khan juga menjadi benteng penguat keyakinan bahwa mimpi kepada seorang Mukmin di akhir zaman adalah sebuah kebenaran yang akan datang.

Imran Khan juga lengser sebelum berakhir masa jabatan perdana menterinya seperti yang digambarkan Allah SWT dalam mimpi Muhammad Qasim saat Imran Khan dilantik 3,5 tahun lalu.

Semakin banyak mimpinya yang terbukti justru membuat Muhammad Qasim khawatir pengikutnya akan makin mengkultuskannya sehingga dia menegaskan bahwa dia bukanlah calon Imam Mahdi seperti yang dipercaya sebagian besar Muslim dalam kelompok Gerakan Akhir Zaman (Gaza).

“Aku seorang warga Pakistan biasa. Mimpiku memiliki pesan khusus untuk umat Muslim seluruh dunia,” katanya.

Pakistan Jadi Sentral

Mimpi Muhammad Qasim ibarat peta jalan bagi kaum Muslim untuk bangkit pada akhir zaman memerangi segala ketidakadilan dan titik sentral kebangkitan Islam dijelaskan dalam mimpinya dimulai dari Pakistan yang mempunyai arti Tanah Suci.

Oleh karena banyak mimpi yang bisa memberikan petunjuk apa yang terjadi pada negara Pakistan dan akhirnya terbukti seperti tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa negara Pakistan adalah sarang teroris, munculnya aliansi Amerika Serikat, Israel dan India sehingga India mempunyai dukungan untuk semakin berani menekan kaum Muslim di negaranya.

Aliansi tiga negara itu juga akan mendorong India semakin berani menekan Pakistan bahkan dalam mimpi Muhammad Qasim, India akhirnya akan menyerang Pakistan. Serangan India saat Pakistan lemah itu juga sudah digambarkan dalam mimpi yang justru memperkuat hadist Nabi Muhammad SAW yang sejak 1400 tahun lalu memprediksi terjadinya Gazwatul Hind atau perang suci melawan India.

Dalam bahasa Arab ‘Ghazwa’ adalah perang besar yang selalu dipimpin Rasulullah Muhammad SAW . Ungkapan ‘Ghazwatul Hind’ merujuk pada beberapa hadist sahih Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Sunan an-Nasa’i.

Salah satunya diriwayatkan bahwa Abu Hurairah, yang mengatakan: “Utusan Allah berjanji bahwa kita akan menyerang India. Jika aku hidup (cukup lama) untuk melihatnya, maka aku akan mengorbankan diriku dan kekayaanku. Jika aku terbunuh, maka aku termasuk ke dalam golongan syahid, dan jika aku selamat, maka aku akan menjadi Abu Hurairah Al-Muharrar ((yang terbebas dari Api Neraka).” [Sunan an-Nasa’i 3174, derajat Sahih].

Ketua Gaza Diki Candra Purnama menegaskan selama lima tahun lebih meneliti mimpi Muhammad Qasim tidak ada yang bertentangan dengan Al Qur’an dan hadist, bahkan melengkapinya karena ada gambaran yang lebih detil apa yang akan terjadi.

Ia terus menyebarkan mimpi itu di kalangan ulama di Indonesia, Malaysia dan Pakistan. Alhamdulillah respon positif ditunjukkan oleh beberapa ahli ilmu ketika ia melakukan safari sejumlah pondok pesantren.

Satu persatu ulama dan para tokoh aktifis Islam mulai mengakui kebenaran mimpi Muhammad Qasim. Hal ini menunjukkan bahwa mimpi Muhammad Qasim ini merupakan informasi yang sangat penting yang harus segera dibahas dan dikaji oleh seluruh umat Islam agar selamat dari huru hara akhir zaman.

Hubungan Gaza-Qasim

Hubungan Muslim Indonesia melalui Gaza yang aktif menyebarkan mimpi Muhammad Qasim juga sudah diprediksi pada mimpi tanggal 7 Oktober 2021.

Menurut Muhammad Qasim, dalam mimpinya melihat bahwa orang-orang yang akan datang ke Pakistan dari luar negeri telah tiba. Saya melihat diri saya duduk di halaman terbuka sebuah rumah bersama Diki Candra disampingnya Faris (Helper Indonesia) dan ada banyak lagi yang lain.

“Mendekati waktu subuh, saya merasa bahwa Allah SWT berada di singgasananya, di dekat halaman dan juga mengawasi kita dengan cermat. Saya Muhammad Qasim melihat cahaya biru memancar dari singgasana Allah SWT,” katanya.

Kemudian dia melihat bahwa Allah SWT memberi sesuatu benda bercahaya dengan warna biru, lalu saya serahkan suatu yang biru itu ke Diki yang kemudian mendistribusikannya secara merata kepada semua orang yang ada.

Sekitar seminggu kemudian, akhirnya benar-benar terbukti ada utusan Indonesia yang datang ke Lahore, dan berita itu membuat sebagian Muslim Pakistan yang selama ini mengabaikan mimpi Muhammad Qasim akhirnya semakin menguatkan perjuangan menyebarkan mimpi yang menjadi petunjuk akhir zaman.

“Banyak rintangan yang dihadapi saat di perjalanan ke Pakistan, bahkan hampir putus asa, tetapi Allah SWT memudahkan di detik-detik terakhir,” kata Diki mengenang perjalanan ke Lahore di tengah pandemi COVID-19 pada Oktober 2021.

Ia bersyukur helper — kata lain dari relawan Muhammad Qasim — mampu menyebarkan mimpi dalam berbagai kanal media sosial. Dan Jumat ini menjadi bukti mimpi Muhammad Qasim kembali jadi trending topik twitter untuk yang ketiga kalinya di Indonesia dalam sebulan terakhir. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Israel Dapat Masuk Daftar Hitam PBB atas Pembunuhan Anak Palestina

 


Sumber: Media Indonesia | Penolakan PM Pakistan Kutuk Rusia, Jadi Bukti Mimpi Muhammad Qasim

Leave a Reply

Your email address will not be published.