• August 15, 2022 2:18 am

Iran Kecam Rencana Pertahanan Udara AS, Israel, Sekutu Arab

IRAN menganggap sebagai ancaman atas rencana Amerika Serikat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan udara dengan sekutu Timur Tengahnya. Hal tersebut yang akan dibahas selama perjalanan regional Presiden Joe Biden mendatang.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby pada Kamis mengatakan kolaborasi yang lebih besar pada isu-isu seperti pertahanan udara, terutama yang berkaitan dengan melawan Teheran, akan menjadi agenda Biden saat ia mengunjungi Israel dan Arab Saudi minggu depan. “Usulan masalah ini provokatif dan Republik Islam Iran memandang pernyataan ini sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan regional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Nasser Kanani, Sabtu (9/7) malam.

“Mencoba menciptakan masalah keamanan baru di kawasan tidak akan menghasilkan apa-apa selain melemahkan keamanan regional bersama dan melayani kepentingan keamanan rezim Zionis,” lanjutnya mengacu pada Israel. Biden akan memulai kunjungan pertamanya ke Timur Tengah pada Rabu (13/7) sejak menjabat pada Januari 2021.

Baca juga: AS-Israel Tekan Sekutu Arab Bangun Pertahanan Udara Lawan Iran 

Dia akan bertemu dengan para pemimpin musuh bebuyutan Iran, Israel, dan saingan regionalnya, Arab Saudi, serta negara-negara lain seperti Mesir, Irak, dan Yordania. AS dan sekutu Teluk Arabnya menuduh Iran mengacaukan kawasan itu dengan program rudal balistiknya dan dukungan untuk milisi bersenjata.

“Kami terus bekerja pada kemampuan dan kerangka kerja pertahanan udara terintegrasi di seluruh kawasan,” kata Kirby pada Kamis. “Seluruh wilayah prihatin dengan Iran dan kemampuan rudal balistik mereka yang berkembang dan berkembang,” tambahnya.

Washington mengangkat masalah seperti itu, “Dengan satu-satunya tujuan Iranofobia dan menciptakan perselisihan antara negara-negara di kawasan itu,” kata Kanani. “Setiap dasar untuk meningkatkan kehadiran dan peran AS dalam mekanisme keamanan regional hanya akan mengarah pada ketidakamanan, ketidakstabilan, dan penyebaran terorisme,” tambahnya.

Baca juga: PBB Kutuk Pemindahan Warga Palestina oleh Israel sebagai Kejahatan Perang

Pernyataannya muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan kekuatan Barat ketika pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 telah terhenti sejak Maret. Qatar pada akhir Juni menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran di Doha dalam upaya mengembalikan proses Wina ke jalurnya, tetapi diskusi itu bubar setelah dua hari tanpa terobosan apa pun. (AFP/OL-14)


Sumber: Media Indonesia | Iran Kecam Rencana Pertahanan Udara AS, Israel, Sekutu Arab

Leave a Reply

Your email address will not be published.