• August 19, 2022 5:22 pm

Viral Abu Janda Posting Video Anies Soal ACT, Diduga Hasil Editan

Pegiat media sosial Abu Janda mengunggah video Anies kala berpidato soal ACT. Video itu berbeda dengan versi asli di akun YouTube ACT.
Jakarta, CNN Indonesia

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mendapat sorotan setelah mengunggah potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Video yang diunggah Abu Janda diduga tidak utuh. Sudah melewati proses pengubahan. Dalam video versi Abu Janda, Anies dibuat seolah-olah mengatakan “ACT menciptakan sebuah sistem yakni masyarakat yang kekurangan memberikan kepada yang berpunya”.Dalam video versi Abu Janda,Anies menyebutnya sebagai inovasi profit.

“Bahwa ACT menciptakan satu sistem dimana mereka yang kekurangan memberikan kepada mereka yang berpunya. Mereka yang membutuhkan, memberikan kepada mereka yang berlebih,” demikian pernyataan Anies dalam video yang diunggah versi Abu Janda. 

“Sistem ini merupakan sebuah pendekatan yang amat menarik. Dan ini adalah salah satu contoh inovasi profit,. Tapi Insya Allah this is always fot benefit.”

Dalam video itu Abu Janda membubuhi tulisan ‘Anies menjelaskan sistem ACT’. Abu Janda menyelipkan kata ACT sebagai Aksi Cuan Terus, namun dilanjutkan dengan kata parodi di dalam kurung.

“Pak @aniesbaswedan menjelaskan sistem ACT Aksi Cuan Terus (Parodi) akhirnya jadi jelas setelah dijelaskan pak anies,” tulis Abu Janda. 

[Gambas:Instagram]

CNNIndonesia.com menemukan video serupa versi utuh atau belum diedit. Video itu ditayangkan di situs resmi ACT. Dalam video itu, Anies sebenarnya berkata hal yang sebaliknya.

“Karena itu saya menyampaikan apresiasi bahwa ACT langsung bertindak cepat, langsung bertindak tanggap. Menciptakan suatu sistem dimana mereka yang berpunya memberikan kepada mereka yang kekurangan, mereka yang berlebih memberikan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Anies dalam video tersebut.

“Sistem ini merupakan sebuah pendekatan yang amat menarik karena bukan lewat negara tapi lewat antar masyarakat,” imbuhnya. 

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Tatak Ujiyati menegaskan bahwa video tersebut hoaks.

“Sudah ada penelusuran, ini hoaks,” kata Tatak saat dihubungi.

Tatak menjelaskan pernyataan Anies dalam video yang diunggah oleh Abu Janda berbeda dari aslinya.

“Ternyata itu video editan. Apa yang dikatakan Anies sebenarnya sangat berbeda dengan penyataan dalam video yang diposting Abu Janda,” ujarnya.

Sementara Abu Janda menyatakan videonya semata parodi, sesuai dengan caption yang ia sertakan. Ia menampik videonya disebut hoaks.

Caption jelas ditulis parodi humor plesetan buat lucu-lucuan. Bukan hoaks kalau sudah clear dijelaskan itu parodi,” kata dia saat dihubungi.

ACT sendiri tengah terlibat masalah dugaan penyelewengan dana umat. ACT diduga mengalirkan sebagian dana dengan jumlah tidak sesuai aturan umat untuk gaji pimpinan dan operasional organisasi.

Kementerian Sosial mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) yang telah diberikan kepada Yayasan ACT Tahun 2022.

Pencabutan izin ACT dinyatakan dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan Kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap di Jakarta Selatan yang ditandatangani oleh Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi, 5 Juli 2022.

“Jadi alasan kita mencabut dengan pertimbangan karena adanya indikasi pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Sosial sampai nanti menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal baru akan ada ketentuan sanksi lebih lanjut”, kata Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi di kantor Kemensos kemarin.

Sementara itu Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan dugaan transaksi keuangan antara Yayasan ACT dengan jaringan terorisme Al-Qaeda.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan transaksi keuangan dilakukan oleh pengurus ACT ke rekening yang diduga milik jaringan terorisme Al-Qaeda.

Menurutnya, transaksi keuangan itu dilakukan ke negara-negara beresiko tinggi dalam hal pendanaan terorisme.

“Jadi beberapa transaksi dilakukan secara individual oleh para pengurus. Kemudian ada juga salah satu karyawan yang melakukan selama periode dua tahun melakukan transaksi ke pengiriman dana ke negara-negara beresiko tinggi dalam hal pendanaan terorisme,” kata Ivan dalam konferensi pers, Rabu (6/7).

Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan belum bisa memberikan penjelasan terkait dugaan aliran dana dari salah satu karyawan ke jaringan teroris Al-Qaeda sebagaimana diungkap PPATK.

“Kami perlu waktu untuk mengetahui siapa yang dimaksud. Biarkan kami merenung sejenak,” kata Khajar dalam jumpa pers di kantornya.

(tim/wis)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Viral Abu Janda Posting Video Anies Soal ACT, Diduga Hasil Editan

Leave a Reply

Your email address will not be published.