• October 22, 2026 4:42 pm

BNPT latih 250 pelajar cegah radikalisme lewat medsos dan gim daring

BNPT latih 250 pelajar cegah radikalisme lewat medsos dan gim daring

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Surabaya (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melatih 250 pelajar di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, membuat konten damai untuk mencegah penyebaran paham radikal melalui media sosial dan gim daring.

“Kalau dulu secara konvensional mengajak dari pintu ke pintu, kemudian untuk melakukan kekerasan. Sekarang polanya berubah. Mereka menyebarkan paham melalui media sosial,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra-Radikalisasi BNPT Inspektur Jenderal Polisi Wawan Ridwan dalam kegiatan Digital Peace Creator di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, perubahan pola penyebaran radikalisme dan ideologi kekerasan melalui ruang digital menjadi tantangan serius karena dapat menjangkau anak-anak dan remaja tanpa pertemuan langsung dengan kelompok penyebarnya.

Ia mengatakan BNPT menemukan anak-anak berusia sekitar 11 hingga 18 tahun yang terpapar dan teridentifikasi terlibat dalam komunitas dengan ideologi kekerasan.

Wawan juga menyoroti sejumlah kasus yang menjadi perhatian, termasuk kejadian di SMA Negeri 72 Jakarta, serta beberapa kasus di Sumatera Barat dan Kalimantan Barat.

“Ini lebih cepat daripada konvensional. Kalau konvensional, seseorang harus bertemu dengan kelompok radikal. Kalau melalui media sosial, penyebarannya lebih cepat. Ini yang sangat berbahaya dan harus kita antisipasi,” ujarnya.

Ia menambahkan permainan daring juga berpotensi dimanfaatkan untuk menjangkau anak-anak dan menghubungkan mereka dengan komunitas yang menyebarkan ideologi kekerasan.

Baca juga: BNPT bersama DPR RI libatkan guru cegah siswa terpapar radikalisme

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, BNPT memperkuat literasi digital pelajar melalui program Digital Peace Creator, yakni pelatihan pembuatan konten edukatif untuk mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur itu menjadi bagian dari rangkaian program BNPT bersama FKPT di berbagai daerah.

Sebelumnya, program pencegahan melalui literasi digital dilaksanakan di Sumatera Utara dengan menyasar guru dan tenaga pendidik.

Adapun kegiatan di Surabaya secara khusus menyasar pelajar agar lebih bijak menggunakan gawai dan media sosial.

“Kita ingin membentengi anak-anak agar menggunakan gawai atau media sosial secara bijak. Sehingga mereka bisa mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, para pelajar diharapkan mampu mengenali konten bermuatan kekerasan sekaligus memproduksi dan menyebarkan pesan positif yang mengedepankan perdamaian, toleransi, serta nilai-nilai kebangsaan.

Upaya itu diharapkan dapat menjadikan generasi muda tidak hanya sebagai pengguna media digital, tetapi juga berperan aktif menyebarkan konten edukatif untuk menangkal narasi radikalisme dan kekerasan di ruang digital.

Baca juga: BNPT soroti 620 anak terpapar radikalisme dan paham kekerasan

Baca juga: MPR: Penguatan literasi digital kunci lindungi anak dari radikalisme

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “BNPT latih 250 pelajar cegah radikalisme lewat medsos dan gim daring” pada 2026-10-22 15:02:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *