• October 20, 2026 10:37 am
Kaki Helen Haines, Anggota DPR Australia yang Ditabrak Mobil Harus Diamputasi

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Masyarakat menaruh bunga di depan kantor Helen Haines.(AFP)

SEORANG anggota parlemen Australia, Helen Haines, dilaporkan harus kehilangan salah satu kakinya setelah menjadi korban penabrakan mobil yang diduga dilakukan secara sengaja. Laporan media lokal yang mengutip sejumlah sumber pada Selasa mengonfirmasi bahwa Haines telah menjalani operasi sepanjang malam, dengan lembaga penyiaran nasional ABC serta Sydney Morning Herald mengabarkan tindakan amputasi tersebut.

Insiden tragis ini terjadi di area luar kantor Haines yang terletak di jalan utama kota Wangaratta. Jalan tersebut kini telah kembali dibuka untuk lalu lintas kendaraan, sementara suasana duka dan terkejut menyelimuti warga lokal maupun publik Australia secara luas.

Di atas trotoar depan kantornya, karangan bunga dari masyarakat sekitar terus bertumpuk. Warga berdatangan secara bergantian untuk meletakkan bunga dan menyampaikan simpati. Salah satu kartu ucapan menuliskan, “Semoga Anda cepat pulih dan terus menjadi cahaya di dunia ini,” sementara kartu lainnya menyampaikan rasa terima kasih atas seluruh kerja luar biasa yang telah dilakukan Haines.

Terkait proses hukum, Komisaris Polisi Federal Australia (AFP) Krissy Barrett merilis pernyataan resmi mengenai perkembangan penanganan seorang pria berusia 43 tahun yang ditangkap tak lama setelah kejadian. AFP bekerja sama erat dengan Kepolisian Victoria untuk menentukan persangkaan pasal. Potensi pelanggaran hukum mencakup tingkat negara bagian hingga Persemakmuran, termasuk tuduhan menyebabkan bahaya bagi pejabat publik yang membawa ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Pada tahap ini tampaknya ini merupakan insiden terisolasi, dan tidak ada ancaman yang diketahui terhubung dengan masalah ini,” ujar Barrett.

Penyelidikan kasus ini dipimpin oleh unit investigasi keamanan Kepolisian Victoria dengan dukungan tim kontra-terorisme gabungan negara bagian, yang melibatkan AFP dan badan intelijen Australia, ASIO. Pihak kepolisian federal menegaskan kekhawatiran mereka terhadap maraknya ancaman terhadap anggota parlemen federal dan pemegang jabatan tinggi. Pada Oktober tahun lalu, sebuah unit khusus bahkan telah dibentuk untuk menyelidiki kekerasan bermotif politik dan kebencian, yang sejauh ini telah menjerat 41 orang tersangka.

Kepala Badan Intelijen Australia (ASIO), Mike Burgess, turut mengeluarkan peringatan terkait tingginya tingkat keluhan, intoleransi, dan polarisasi yang terus menciptakan lingkungan kondusif bagi aksi kekerasan di Australia. Pihaknya mengaku sangat khawatir terhadap penggunaan retorika kekerasan dalam wacana publik.

“Insiden ini terjadi dalam lingkungan di mana kekerasan bermotif politik lebih mungkin terjadi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tulis Burgess.

Burgess mengulangi peringatan awal yang pernah disampaikan pada 2024 mengenai ancaman keamanan nasional tersebut.

“Seiring berkembangnya polarisasi, frustrasi, dan persepsi ketidakadilan, ASIO mengantisipasi peningkatan kekerasan bermotif politik, termasuk terorisme, di seluruh spektrum ideologi. Serangan kemungkinan besar terjadi dengan sedikit atau tanpa peringatan dan akan sulit dideteksi,” tambahnya. (AFP/BBC/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Kaki Helen Haines, Anggota DPR Australia yang Ditabrak Mobil Harus Diamputasi” pada 2026-10-20 09:44:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *