• October 9, 2026 3:05 pm

AS Dakwa Nicolas Maduro dan Istri atas Tuduhan Penyiksaan Tahanan

AS Dakwa Nicolas Maduro dan Istri atas Tuduhan Penyiksaan Tahanan

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Nicolas Maduro dan istri.(The Washington Post)

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat resmi mendakwa mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, atas tuduhan penyiksaan terhadap tahanan. Dakwaan ini menambah daftar panjang tuntutan federal yang dihadapi oleh pemimpin Amerika Selatan tersebut beserta lingkaran dalamnya di New York.

Dalam surat dakwaan terbaru (superseding indictment) yang diajukan di Pengadilan Distrik Selatan New York, rezim Maduro dituduh telah memenjarakan disiden secara tidak sah dan melakukan penyiksaan terhadap mereka. Dakwaan ini merupakan tambahan dari tuduhan narko-terorisme yang sebelumnya menjerat Maduro.

Sistem Penindasan dan Penyiksaan

Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa Maduro dan Flores diduga melakukan penyiksaan terhadap para tahanan untuk melindungi aktivitas ilegal yang bertujuan memperkaya keluarga mereka. Jaksa menyatakan bahwa Maduro memimpin langsung sistem penindasan tersebut.

“Maduro memimpin sistem penindasan dan penyiksaan ini, memimpin unit penegak hukum dan militer yang bertanggung jawab atas penyiksaan, memerintahkan individu tertentu untuk ditahan secara ilegal, serta menerima laporan berkala mengenai penyiksaan tahanan spesifik,” bunyi dakwaan tersebut. Sementara itu, Cilia Flores disebut membantu mengembangkan sistem represi ini untuk melindungi kepentingan keluarga.

Maduro dan Flores telah berada di penjara federal AS sejak Januari lalu, setelah militer AS menangkap mereka di Caracas dalam sebuah operasi rahasia. Penangkapan tersebut sempat menuai kecaman dari berbagai negara, termasuk sekutu AS, karena dianggap melanggar kedaulatan.

Pembelaan Hukum dan Kontroversi Penangkapan

Cilia Flores dijadwalkan hadir di pengadilan untuk sidang jaminan. Pihak pengacara meminta agar Flores diberikan status tahanan rumah di New York dengan alasan masalah kesehatan sembari menunggu persidangan yang diperkirakan baru akan dimulai tahun depan.

Tim hukum pasangan tersebut mengajukan permohonan agar kasus ini dibatalkan. Mereka menuduh pemerintahan Trump melakukan operasi militer ilegal untuk menangkap klien mereka, yang menurut mereka melanggar hukum internasional mengenai kekebalan kepala negara dari penuntutan di pengadilan asing.

Selain itu, pengacara Maduro menuduh Departemen Kehakiman AS mencoba mengkriminalisasi tindakan resmi yang diambil Maduro sebagai presiden. Mereka merujuk pada preseden hukum, termasuk keputusan Mahkamah Agung AS tahun 2024 terkait kekebalan hukum presiden, yang menurut mereka seharusnya melindungi tindakan pejabat negara.

Konteks Politik Venezuela

Amerika Serikat sendiri telah berhenti mengakui Maduro sebagai presiden sah Venezuela sejak 2019, menyusul pemilihan umum yang dianggap curang oleh Washington. Meskipun pemilihan ulang pada tahun 2024 juga diwarnai tuduhan penipuan, Maduro tetap bersikeras bahwa mandat kekuasaannya adalah sah.

Catatan Redaksi: Hingga saat ini, pasangan Maduro dan Flores tetap menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan perdagangan narkoba dan konspirasi yang diajukan oleh otoritas Amerika Serikat. (The Washington Post/I-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “AS Dakwa Nicolas Maduro dan Istri atas Tuduhan Penyiksaan Tahanan” pada 2026-10-09 14:40:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *