RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah melakukan operasi penangkapan terhadap tiga orang terduga teroris di wilayah Sulawesi Tengah pada Jumat (2/10) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua terduga teroris ditangkap di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Sementara itu, satu orang lainnya diamankan di wilayah Kabupaten Poso.
Sekretaris Desa Tomoli Utara, Muhlis, membenarkan adanya penangkapan terhadap dua warga yang bermukim di wilayahnya tersebut. Menurutnya, kedua orang itu telah tinggal di desa tersebut dalam waktu yang cukup lama.
“Ada dua orang yang ditangkap di Tomoli. Keduanya sejak 2015 sudah menetap di desa kami, tetapi memang belum melaporkan kepindahannya secara resmi,” ujar Muhlis saat dihubungi dari Palu, Jumat malam.
Profil Terduga Teroris di Parigi Moutong
Dalam kesehariannya, kedua terduga teroris yang ditangkap di Parigi Moutong tersebut bekerja sebagai petani kakao. Meski sudah tinggal selama bertahun-tahun, warga sekitar mengenal mereka sebagai pribadi yang tertutup.
“Pekerjaan sehari-hari mereka petani kakao. Kalau berinteraksi dengan warga sekitar memang agak tertutup dan jarang berinteraksi dengan masyarakat,” tambah Muhlis.
Hingga pukul 23.46 WITA, pihak Densus 88 Antiteror maupun Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas detail maupun keterkaitan ketiga orang tersebut dengan jaringan terorisme tertentu.
Saat ini, ketiga terduga teroris tersebut telah diamankan oleh tim Densus 88 Antiteror Polri untuk menjalani pemeriksaan intensif serta penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap peran dan jaringan mereka. (Ant/E-3)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Parigi Moutong dan Poso” pada 2026-10-02 23:29:00
