• September 28, 2026 9:43 pm

Wakapolri pastikan kesiapan pengamanan laga Indonesia kontra Malaysia

Wakapolri pastikan kesiapan pengamanan laga Indonesia kontra Malaysia

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo meninjau Posko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senin, guna memastikan kesiapan pengamanan menjelang pertandingan Indonesia kontra Malaysia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Dalam pengecekan tersebut, Wakapolri memastikan kesiapan komando, komunikasi, penempatan personel, serta langkah menghadapi situasi kontijensi.

Ia menekankan seluruh pengamanan harus dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Yang paling penting, setiap personel memahami bahwa tugas kami bukan hanya mengamankan pertandingan, tetapi memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat serta pihak yang hadir,” katanya dalam keterangannya.

Polri menyiapkan Operasi Garuda Bhakti 2026 dalam rangka mengamankan rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk pertandingan Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama GBK agar berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Dalam operasi tersebut, Polri mengerahkan 5.250 personel, 6.000 lebih titik CCTV, dan tiga unit drone untuk mendukung pengamanan di wilayah Jakarta, dan Bandung.

Dijelaskannya, 5.250 personel itu terdiri atas 3.834 personel wilayah Polda Metro Jaya, dan 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat. Sebanyak 7 satuan setingkat kompi (SSK) ditugaskan di lapangan, sedangkan 21 SSK disiagakan sebagai cadangan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri meminta jajaran mengutamakan komunikasi, imbauan, pencegahan, dan tindakan persuasif.

Para personel diingatkan agar melakukan tindakan sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.

Terkait situasi kontijensi di dalam stadion, mantan Kadivhumas Polri itu mengjngatkan penggunaan gas air dilarang.

Ia menegaskan pembagian kewenangan antara penyelenggara dan aparat keamanan. Area dalam stadion menjadi tanggung jawab penyelenggara, sedangkan aparat mengamankan area luar sesuai pembagian tugas.

Dalam pengamanan kontingen, kata dia, dilakukan secara melekat. Setiap kontingen didampingi satu Liaison Officer (LO) dari Divhubinter Polri untuk mendukung keamanan akomodasi atlet selama 24 jam.

Kemudian untuk pola pengamanan juga disesuaikan dengan karakteristik stadion serta potensi gangguan, termasuk unjuk rasa dan ancaman terorisme.

Sementara itu, Kaposko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 Brigjen Pol. Joko Sulistio menambahkan, sistem komando memungkinkan pimpinan memperoleh gambaran situasi dan penempatan personel secara cepat sebagai dasar pengambilan keputusan.

Untuk itu, Wakapolri meminta setiap pelaksanaan pengamanan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas operasi berikutnya.

“Setiap pertandingan dan event besar harus meninggalkan pengetahuan. Catat apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki,” kata Wakapolri.

Baca juga: Thom Haye kartu merah, Indonesia vs Malaysia 0-0 pada babak pertama

Baca juga: Suporter Indonesia yakin tim Garuda tumbangkan Malaysia

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Wakapolri pastikan kesiapan pengamanan laga Indonesia kontra Malaysia” pada 2026-09-28 21:19:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *