RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Ngawi (ANTARA) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melakukan dialog dengan para siswa dan orang tua Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Ngawi yang ada di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
“Kunjungan ini dalam rangka untuk berdialog langsung dengan para orang tua dan siswa SRT Ngawi 1. Saya minta jangan ada perundungan, kekerasan fisik, kekerasan lainnya, intoleransi, dan radikalisme terhadap siswa yang ada di SRT Ngawi 1 ini,” ujarnya dalam kunjungan di Ngawi, Sabtu malam.
Menurutnya sesuai data SRT Ngawi 1 dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Sementara operasional sekolah berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial RI.
Bangunan permanen tersebut ke depan ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dengan tingkat pendidikan SD, SMP, dan SMA. Para siswa yang mengikuti program tersebut merupakan hasil penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya dari kelompok desil 1 dan 2.
Gus Ipul berharap gedung SRT Ngawi 1 dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mendukung pelaksanaan program sekolah rakyat yang menjadi program strategis nasional.
Ia menjelaskan, sekolah rakyat merupakan sekolah berasrama atau boarding school yang tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pendidikan karakter. Karena itu, kepala sekolah memiliki tanggung jawab dalam mengelola kegiatan pendidikan dan pembinaan siswa selama 24 jam.
Saat ini, posisi kepala sekolah dan tenaga pendidik SRT Ngawi 1 masih dalam tahap seleksi. Proses tersebut ditargetkan selesai pada awal Oktober mendatang. Pihaknya juga meminta kepala daerah setempat ikut mengawasi, membimbing, dan memberikan penguatan dalam bentuk apa pun.
Ia menjelaskan, secara nasional hingga kini telah ada 182 titik sekolah rakyat yang telah beroperasi di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke. Dari jumlah itu, sebanyak 93 sekolah rakyat di antaranya telah menggunakan gedung permanen sedangkan sisanya masih memakai gedung sementara sambil menunggu proses pembangunan pada tahap berikutnya.
“Insya Allah nanti akan dibangun lagi 100 titik sekolah rakyat, sehingga sesuai harapan Bapak Presiden secara bertahap setiap kabupaten/kota akan memiliki satu gedung permanen sekolah rakyat. Sehingga nanti jika sudah mencapai kapasitas penuh, kita bisa menampung lebih dari 500 ribu siswa di beberapa tahun ke depan,” katanya.
Ia menambahkan program sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo adalah untuk pemerataan pendidikan dari keluarga miskin bisa melanjutkan pendidikan. Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat mencetak generasi emas yang berkualitas dengan memiliki pendidikan yang baik sehingga dapat memutus kondisi garis kemiskinan.
Dalam kunjungan dan dialog di Sekolah Rakyat Ngawi tersebut, Mensos Gus Ipul didampingi oleh tim Kemensos dan disambut oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama jajaran forkopimda setempat.
Baca juga: Mensos ingatkan kepsek awasi ketat operasional Sekolah Rakyat
Baca juga: Kementerian PU sebut Sekolah Rakyat di Papua mampu tampung 3.780 siswa
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Gus Ipul dialog dengan siswa dan orang tua SRT di Ngawi” pada 2026-09-19 21:19:00
