• August 24, 2026 10:05 pm
Awas AI Dapat Bantu Teroris Bikin Bom dan Senjata Biologis

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Ilustrasi.(Magnific)

LAPORAN terbaru dari kelompok riset Crimson Flare memberikan peringatan keras mengenai potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) oleh kelompok teroris. Teknologi AI dikhawatirkan dapat membantu aktor jahat membangun senjata biologis dan kimia yang canggih dengan memangkas sistem keamanan yang ada.

Para peneliti keamanan memperingatkan bahwa model AI populer yang tersedia di pasar dapat dengan mudah dimodifikasi untuk menghilangkan batasan keselamatannya. Teknik ini, yang secara informal dikenal sebagai abliteration, memungkinkan fitur keamanan pada sebagian besar model AI dinonaktifkan hanya dalam hitungan menit.

Ancaman Model AI tanpa Sensor

Menurut laporan tersebut, model AI yang dimodifikasi ini dapat membimbing aktor jahat yang tidak memiliki keahlian khusus melalui langkah-langkah spesifik untuk membuat bahan peledak, serta senjata kimia dan biologis seperti antraks. Hal ini menjadi ancaman serius karena individu dengan pemahaman sains dasar sekalipun kini berpotensi mempersenjatai diri dengan senjata mematikan.

Laporan Crimson Flare menyoroti risiko dari open-weight Large Language Models (LLMs) yang dapat diunduh dan dijalankan secara bebas di komputer pribadi. Beberapa model yang disebutkan termasuk Muse Glimmer dari Meta dan model Qwen3.8-27b dari Alibaba.

Peringatan Keamanan: Model LLM yang mampu berjalan secara offline pada perangkat keras konsumen tanpa sensor mewakili ancaman keamanan nasional yang serius dan terus berkembang.

Teknik Abliteration dan Akses Terbuka

Biasanya, model AI memiliki batasan keamanan yang mencegah pengguna membuat permintaan berbahaya, seperti instruksi pembuatan bom. Namun, teknik abliteration mampu menemukan dan menghapus bagian dari model yang berfungsi sebagai pagar pembatas tersebut.

Alat untuk melakukan modifikasi ini tersedia secara luas di internet dan dapat diimplementasikan dengan pengetahuan pengkodean yang relatif dasar. Bahkan, puluhan model yang sudah dimodifikasi dapat ditemukan dan diunduh dengan mudah melalui pencarian sederhana.

Penurunan Ambang Batas Teknis

Profesor Alastair Hay, ahli toksikologi Inggris dan pakar perang kimia, menyatakan bahwa AI secara signifikan menurunkan ambang batas teknis yang diperlukan untuk membuat zat berbahaya. “Di masa lalu, pengetahuan teknis yang diperlukan untuk melindungi pembuatnya sendiri sudah menjadi penghalang. Sekarang, dengan bantuan AI, instruksi yang diberikan hampir menyerupai resep praktikum mahasiswa,” ujarnya kepada Daily Mail.

Zain Ul-Haq, mantan Digital Forensics Lead di Lancashire Constabulary, menambahkan bahwa AI kini menjadi toko serba ada yang dapat melakukan semua instruksi teknis tersebut langsung di rumah pengguna.

Risiko Pengawasan

Kekhawatiran terbesar muncul karena model-model ini dapat dijalankan sepenuhnya secara offline di komputer pribadi. Hal ini membuat lembaga intelijen seperti MI5 dan GCHQ tidak memiliki cara untuk memantau riwayat penggunaan atau mendeteksi perilaku mencurigakan.

Data menunjukkan bahwa saat ini sekitar 87 persen rumah tangga memiliki kekuatan komputasi yang cukup untuk menjalankan AI offline. Ini berarti jutaan orang memiliki akses potensial ke informasi yang diperlukan untuk memproduksi bahan peledak, senjata kimia, dan patogen mematikan tanpa terdeteksi oleh otoritas keamanan. (Daily Mail/I-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Awas AI Dapat Bantu Teroris Bikin Bom dan Senjata Biologis” pada 2026-08-24 21:50:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *