RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
KELOMPOK Houthi di Yaman mengeklaim menyerang kapal pengangkut peralatan militer Arab Saudi di Selat Bab al-Mandab serta sejumlah posisi pasukan yang didukung Saudi di wilayah yang dikuasai pemerintah Yaman.
Pada saat bersamaan, otoritas pemerintah Yaman melaporkan kapal komersial Tihamah diserang berulang kali saat melintas di selat strategis tersebut. Serangan itu menyebabkan sedikitnya enam orang tewas dan 10 lainnya terluka.
Pusat Media Militer Houthi dalam pernyataan yang diunggah melalui X, Selasa (11/8), menyebut pasukannya melancarkan operasi terhadap “kapal pengangkut peralatan militer Saudi” di Bab al-Mandab. Houthi tidak menyebut nama kapal maupun memberikan rincian mengenai waktu dan dampak serangan.
Dalam pernyataan, juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan kelompoknya meluncurkan “sejumlah besar rudal balistik dan drone” ke titik-titik konsentrasi pasukan, gudang senjata, dan pusat komando di Mocha, kota pesisir di Provinsi Taiz, serta Kamp Militer Tadawin di Provinsi Marib.
Sarea mengeklaim serangan tersebut berlangsung presisi dan menimbulkan puluhan korban, termasuk personel Saudi. Klaim tersebut belum mendapat konfirmasi langsung dari pemerintah Saudi maupun pemerintah Yaman.
Kapal Tihamah Diserang Tiga Kali
Sementara itu, Penjaga Pantai Yaman yang berpihak kepada pemerintah menyatakan kapal komersial Tihamah menjadi sasaran serangan rudal berulang saat melintasi Bab al-Mandab.
Kementerian Perhubungan Yaman menyebut kapal berbendera Yaman yang mengangkut pasokan makanan itu terkena tiga serangan rudal balistik. Serangan menyebabkan kapal terbakar dan mengalami kerusakan material.
Sedikitnya empat awak kapal tewas, terdiri dari tiga warga Pakistan dan satu warga Indonesia. Empat awak lainnya terluka. Seorang anggota tim penyelamat juga dilaporkan mengalami luka.
Dalam pembaruan pernyataannya, Penjaga Pantai Yaman menyebut jumlah korban tewas mencapai enam orang. Selain empat awak kapal, dua korban tewas merupakan anggota Brigade Angkatan Laut ke-2 yang berpihak kepada pemerintah.
Sebanyak 10 orang lainnya terluka, terdiri dari tujuh awak kapal, dua personel Penjaga Pantai, dan satu anggota Brigade Angkatan Laut ke-2. Mereka telah mendapat perawatan medis.
Penjaga Pantai mengatakan pasukannya bersama tim penyelamat pemerintah mengevakuasi para korban setelah serangan memicu kebakaran di kapal dan menyebabkan kerusakan signifikan.
Kementerian Perhubungan Yaman menuduh Houthi melancarkan serangan lanjutan ketika tim penyelamat berupaya mencapai awak kapal. Menurut kementerian, satu rudal kembali ditembakkan dengan tujuan mengganggu proses penyelamatan dan menambah korban.
Kementerian tersebut mengecam serangan terhadap Tihamah sebagai “kejahatan teroris” yang mengancam keselamatan pelayaran dan perdagangan internasional.
Menurut pemerintah Yaman, serangan terhadap kapal pengangkut makanan tersebut merupakan bagian dari “kampanye Houthi yang semakin meningkat yang menargetkan pelabuhan, infrastruktur sipil di wilayah yang dikuasai pemerintah, dan kapal komersial yang melayani wilayah tersebut.”
Pemerintah Yaman memperingatkan serangan semacam itu dapat mengancam pasokan pangan dan barang kebutuhan konsumen bagi jutaan warga Yaman, baik di wilayah yang dikuasai pemerintah maupun di wilayah yang dikuasai Houthi.
Hingga laporan ini disusun, belum ada tanggapan langsung dari Houthi mengenai serangan terhadap kapal Tihamah.
Jalur Perdagangan Strategis
Bab al-Mandab merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Selat tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi pintu masuk menuju Laut Merah dari sisi selatan Semenanjung Arab.
Gangguan terhadap pelayaran di Bab al-Mandab berpotensi berdampak terhadap perdagangan internasional karena jalur tersebut menjadi salah satu rute penting bagi pergerakan kapal barang dan pengiriman energi.
Serangan terhadap Tihamah terjadi di tengah ketegangan keamanan yang terus berlangsung di sekitar perairan Yaman. Konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung sejumlah negara regional telah berlangsung selama bertahun-tahun. (Xinhua/Middle East Monitor/B-3)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Houthi Klaim Serang Kapal Saudi di Bab al-Mandab, Pemerintah Yaman Laporkan 6 Orang Tewas” pada 2026-08-12 09:31:00
