RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Tim gabungan dari Gegana, Densus 88 Antiteror Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan kondisi SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, aman setelah penyisiran usai teror bom.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi mengatakan penyisiran dilakukan segera setelah kepolisian menerima informasi ancaman teror tersebut.
“Dari beberapa jam ya, dari Gegana, Densus 88, BNPT, kemudian dari anjing pelacak yang kita undang dari kejadian pertama dapat info ya. Nah itu setelah selesai dinyatakan aman,” katanya kepada wartawan di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta, Senin.
Nurma mengatakan penyisiran dilakukan selama sekitar empat jam. Hasilnya, tidak ditemukan adanya barang mencurigakan di area sekolah.
Kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pun langsung dibubarkan imbas dugaan teror bom melalui pesan pribadi yang dikirim ke salah satu guru.
Adapun, keputusan mengenai kegiatan belajar mengajar pada Selasa (14/7) masih menunggu koordinasi antara pihak Suku Dinas Pendidikan, sekolah, dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
“Untuk sementara ini dari Kasudin, kemudian dari pendidikan, dari wali kota masih koordinasi untuk besok, apakah setelah dinyatakan aman bisa masuk sekolah untuk adik-adik,” kata Nurma.
Kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi, di antaranya guru kelas 1 dan staf tata usaha yang menerima pesan.
Selain itu, penyidik juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mencari barang bukti.
“Selain CCTV, kami juga mencari barang bukti dari Gegana, Densus 88, anjing pelacak, dan BNPT yang hadir melakukan pemeriksaan,” ucapnya.
Kepolisian menelusuri dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin.
Polisi menerima laporan pukul 07.30 WIB. Diketahui saat itu siswa dan guru sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.
Teror itu telah beredar di kalangan guru hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor.
Baca juga: Polda Metro Jaya tangkap pelaku teror bom di Jagakarsa
Baca juga: Wamendikdasmen sesalkan MPLS SDN di Jaksel bubar imbas teror bom
Baca juga: Teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 berawal dari pesan WA saat upacara
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa dipastikan aman usai teror bom” pada 2026-07-13 16:38:00
