• June 15, 2026 12:42 am
Indonesia Tuan Rumah IGIC 2026: Episentrum Diplomasi Religi Dunia

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Menteri Agama Nasaruddin Umar(MI/HO)

INDONESIA bersiap mengukuhkan posisi sebagai pusat gravitasi dialog Islam moderat dunia melalui penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026. Forum internasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 ini mengusung tema besar “Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”.

Konferensi yang diinisiasi oleh jejaring Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) ini dirancang untuk mempertemukan para imam berpengaruh dan tokoh keagamaan dari berbagai belahan dunia. Fokus utamanya adalah merevitalisasi peran masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan sebagai pusat harmoni sosial dan peradaban global.

Visi Peradaban dari Masjid

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa imam masjid memiliki posisi strategis dalam menentukan arah peradaban umat. Dalam konsolidasi jaringan imam di Makassar, ia menyebut masjid sebagai ruang transformasi nilai.

“Imam adalah moderator antara manusia dengan Tuhannya, sementara masjid adalah meeting point-nya. Karena itu, imam memikul tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan penuh kasih sayang bagi seluruh umat manusia,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan bahwa melalui IGIC 2026, Indonesia ingin menunjukkan wajah Islam yang inklusif kepada dunia.

“Kita ingin memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa kedamaian, bukan ketegangan. Indonesia akan tampil sebagai pusat peradaban dunia Islam modern,” tegasnya.

Informasi Utama IGIC 2026









Aspek Detail Konferensi
Nama Agenda International Grand Imams Conference (IGIC) 2026
Waktu Pelaksanaan September 2026
Tema Utama Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace
Inisiator Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM)
Tujuan Strategis Diplomasi religi, penguatan Islam moderat, dan perdamaian global

Gerakan “Bridging Road to IGIC 2026”

Ketua Steering Committee IGIC 2026, M Sabilul Alif, menjelaskan bahwa persiapan menuju forum akbar tersebut telah dimulai melalui program “Bridging Road to IGIC 2026”. Sulawesi Selatan menjadi salah satu titik krusial dalam menyatukan visi para imam di tingkat nasional sebelum melangkah ke panggung internasional.

“Ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi gerakan menyatukan visi bahwa imam memiliki misi besar menyebarkan toleransi. Masjid harus menjadi benteng persatuan masyarakat,” kata Sabilul Alif.

Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan zaman yang harus dihadapi para imam saat ini, mulai dari radikalisme, krisis nilai, hingga disrupsi teknologi. Imam diharapkan menjadi agen pembangunan sosial yang mampu membimbing generasi muda.

Selain penguatan kapasitas intelektual dan spiritual, IGIC 2026 juga membawa misi kemanusiaan dengan mendorong perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan para imam dan keluarganya. Hal ini dianggap krusial agar para pemimpin umat dapat menjalankan peran pembinaan secara optimal tanpa kendala ekonomi.

Dengan mempertemukan para pemimpin religi dunia, IGIC 2026 diproyeksikan menjadi salah satu forum keagamaan terbesar yang menegaskan peran Indonesia sebagai simpul harmoni global berbasis nilai-nilai Rahmatan lil ‘Alamin. (Z-1)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Indonesia Tuan Rumah IGIC 2026 Episentrum Diplomasi Religi Dunia” pada 2026-06-14 20:31:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *