• June 14, 2026 8:54 am
Aktivis Sayap Kanan Tommy Robinson Ditangkap di Bandara Heathrow

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Tommy Robinson kembali ditangkap polisi di Bandara Heathrow Inggris. Dua ponselnya disita di bawah undang-undang kontra-terorisme usai memicu aksi protes.(AFP)

AKTIVIS sayap kanan Inggris, Tommy Robinson, ditahan oleh pihak kepolisian di Bandara Heathrow di bawah undang-undang kontra-terorisme. Penangkapan ini terjadi setelah sepekan terakhir namanya kembali mencuat dan menjadi sorotan tajam di media sosial.

Aktivis yang memiliki nama asli Stephen Yaxley-Lennon tersebut dihentikan petugas, dan dua ponsel miliknya disita berdasarkan Pasal 3 dari Counter-Terrorism Border Security Act 2019. Regulasi tahun 2019 ini memberikan wewenang kepada petugas kepolisian di gerbang transportasi untuk menghentikan, memeriksa, menggeledah, hingga menahan individu yang dicurigai bepergian untuk merencanakan atau melakukan tindakan bermusuhan.

Melalui media sosial, Robinson mengklaim dirinya ditahan selama hampir tiga jam. Ia menyebut ponsel iPhone dan Samsung Galaxy miliknya telah disita, lalu meminta para pendukungnya untuk menyumbangkan uang guna mendanai bantuan hukumnya.

Seorang juru bicara Robinson turut memberikan pernyataan melalui platform X.

“Mereka kemungkinan ingin melihat dengan siapa dia berbicara, dan mungkin mencari tahu siapa sumber-sumbernya, sumber-sumber yang akan membongkar keterlibatan para politisi dalam pemerkosaan terhadap generasi gadis-gadis Inggris,” tulis juru bicara tersebut.

“Ini adalah serangan terhadap kebebasan berbicara, ini adalah serangan terhadap jurnalisme investigasi, tidak lebih dan tidak kurang,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti terkait kasus apa penghentian Robinson dilakukan. Pihak Kepolisian Metropolitan London menolak memberikan komentar saat dihubungi.

Pria berusia 43 tahun itu belakangan ini kembali mencuat di tengah ketegangan rasial yang melanda Inggris. Ketegangan ini dipicu oleh rekaman kamera tubuh (bodycam) polisi yang memperlihatkan kematian remaja berusia 18 tahun, Henry Nowak, saat berada dalam tahanan polisi di Southampton.

Mantan pemimpin English Defence League tersebut kemudian memelopori serangkaian aksi protes di Southampton. Demonstrasi tersebut berujung pada bentrokan antara perusuh dan aparat, yang menyebabkan 13 petugas kepolisian dan seekor anjing pelacak mengalami cedera.

Selain itu, Robinson juga menyebarkan rekaman video insiden di Belfast yang memperlihatkan seorang pria, yang diduga pencari suaka asal Sudan, mengacungkan pisau ke arah pria lain yang dijatuhkannya ke tanah dalam dugaan percobaan pembunuhan. Robinson kemudian membagikan rincian rencana demonstrasi di Inggris dan Irlandia Utara melalui akun X miliknya, yang kemudian dibagikan ulang oleh Elon Musk kepada 240 juta pengikutnya.

Sebelum insiden ini, Robinson pernah dibebaskan dari tuduhan terorisme serupa setelah menolak memberikan akses ke ponselnya kepada polisi. Peristiwa itu terjadi saat ia dihentikan oleh petugas di Terowongan Terusan (Channel tunnel) di Folkestone ketika sedang berkendara menuju Benidorm, Spanyol. Kala itu, ia menolak memberikan nomor PIN dengan alasan ponselnya berisi materi jurnalistik yang bersifat rahasia, dan hakim distrik menyimpulkan tidak ada kepastian bahwa penghentian oleh polisi tersebut sah secara hukum. (The Guardian/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Aktivis Sayap Kanan Tommy Robinson Ditangkap di Bandara Heathrow” pada 2026-06-14 07:12:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *