RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
MANTAN anggota kelompok militan sayap kiri Jerman, Red Army Faction (RAF), dijatuhi hukuman 13 tahun penjara, Rabu (27/5). Perempuan bernama Daniela Klette, 67, ini terbukti bersalah atas serangkaian perampokan bersenjata yang dilakukannya antara tahun 1999 dan 2016.
Klette akhirnya berhasil ditangkap di sebuah apartemen di Berlin tahun 2024 setelah menjadi buron selama lebih dari 30 tahun. Meskipun tim pembelanya menuntut pembebasan, pengadilan di Verden, Lower Saxony, menyatakan Klette bersalah atas perampokan berat, pelanggaran undang-undang senjata, dan tindak pidana lainnya yang dilakukan selama periode 17 tahun.
RAF, yang juga dikenal sebagai geng Baader-Meinhof, merupakan kelompok anti-kapitalis radikal yang akhirnya dibubarkan setelah melakukan aksi pembunuhan, penculikan, dan pengeboman dari awal 1970-an hingga awal 1990-an. Pengadilan menemukan bahwa Klette merampok sejumlah supermarket dan mobil lapis baja pembawa uang bersama dua mantan anggota RAF lainnya, Burkhard Garweg dan Ernst-Volker Staub, yang hingga kini belum tertangkap.
Vonis bersalah tersebut sempat diwarnai aksi protes oleh puluhan pendukung Klette yang hadir di ruang sidang. Mereka mencemooh keputusan hakim sambil meneriakkan yel-yel “kebebasan untuk Daniela”.
Menurut Hans-Jakob Schindler, kepala Counter Extremism Project, Klette telah menjadi “semacam pahlawan nenek-nenek bagi kelompok ekstrem kiri di Berlin.”
Selama persidangan, Klette tidak secara eksplisit mengakui dirinya sebagai anggota RAF. Schindler juga menyampaikan kepada BBC bahwa Klette tidak akan pernah diadili atas tuduhan terorisme dari era masa lalu tersebut karena masa kedaluwarsa hukum yang telah habis. Kendati demikian, ia masih berpotensi menghadapi persidangan lanjutan karena jaksa federal menduga ia terlibat dalam tiga serangan bom dan penembakan yang dilakukan kelompok tersebut.
Fokus persidangan kali ini hanya tertuju pada delapan aksi perampokan di wilayah utara dan barat Jerman. Aksi pertamanya dimulai di kota Duisburg pada Juli 1999, di mana para pelaku bertopeng menabrak mobil pengangkut uang dan mengancam penjaga menggunakan senjata serta peluncur granat. Sementara aksi terakhirnya terjadi pada Juni 2016 di dekat kota Braunschweig, di mana kawanan perampok ini berhasil menggondol uang hampir sebesar €1,4 juta.
Pelarian Klette berakhir pada Februari 2024 setelah polisi menerima informasi rahasia. Ia kedapatan tinggal di kawasan Kreuzberg, Berlin, menggunakan nama samaran dan paspor asing. Saat penggeledahan, polisi menemukan senjata, amunisi, replika granat berpeluncur roket, rambut palsu, identitas palsu, emas, serta uang tunai sebesar €240,000.
Menariknya, Klette berhasil dilacak oleh seorang jurnalis investigasi yang menggunakan perangkat lunak pengenal wajah berbasis kecerdasan buatan (AI). Jurnalis tersebut mencocokkan foto lama Klette di poster buronan dengan foto-foto terbarunya yang beredar di internet. (BBC/Z-2)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Buron 30 Tahun, Mantan Anggota Militan RAF Jerman Divonis 13 Tahun Penjara” pada 2026-05-28 06:27:00
