• May 15, 2026 3:01 pm

Bamsoet sebut radiogenomics bantu pencegahan penyakit sejak dini

Bamsoet dorong penguatan ideologi di tubuh Polri cegah radikalisme

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menilai metode radiogenomics dapat membantu masyarakat ataupun tenaga medis mendeteksi sekaligus melakukan pencegahan penyakit lebih dini.

Radiogenomics menghadirkan cara pandang baru dalam dunia medis dengan menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama. Kita tidak lagi menunggu orang sakit dulu, tetapi mulai membaca risiko sejak dini dengan pendekatan berbasis data yang lebih komprehensif,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sikap Bamsoet mendukung deklarasi inisiatif radiogenomics yang digagas oleh Rhemedi Medical Services sebagai langkah konkret menuju transformasi sistem kesehatan nasional yang lebih prediktif dan berbasis data.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) yang dipegang Bamsoet, tercatat 70 persen kematian terjadi akibat penyakit tidak menular seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Ragam penyakit itu seharusnya bisa disembuhkan dengan melakukan pencegahan sejak dini.

Namun di Indonesia, kata Bamsoet, tingkat skrining terbilang masih rendah. Kementerian Kesehatan mencatat cakupan deteksi dini kanker payudara melalui SADANIS dan mammografi masih di bawah 30 persen pada tahun 2025.

Kondisi ini lah yang membuat inovasi seperti radiogenomics sangat dibutuhkan untuk membantu kerja tenaga medis dalam menangani penyakit.

Bamsoet melanjutkan, inisiatif pengembangan radiogenomics oleh dr. Rheza Maulana Syahputra, menghadirkan integrasi antara pencitraan medis dan profil DNA pasien.

Teknologi ini, lanjut dia, memungkinkan petugas medis mengidentifikasi risiko kanker atau kelainan organ sejak fase sangat awal, bahkan sebelum gejala muncul.

Dalam praktiknya, pola tertentu pada hasil mammografi dapat dikaitkan dengan mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko kanker. Dengan demikian, potensi akan penyakit sudah dapat terdeteksi dan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat sasaran.

” Dengan teknologi tersebut, dokter dapat melihat potensi penyakit bahkan sebelum gejala muncul. Sehingga, intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat sasaran,” kata Bamsoet.

Dia melanjutkan, deklarasi inisiatif radiogenomics telah diwujudkan langsung melalui kegiatan layanan kesehatan terpadu yang digelar di lingkungan MPR RI pada 11 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Dalam satu hari, sebanyak 200 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan, terdiri dari sekitar 130 pemeriksaan payudara dan 70 pemeriksaan abdomen menggunakan ultrasonografi.

“Kita melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Ini bukti nyata bahwa kebutuhan terhadap deteksi dini memang mendesak dan harus dijawab dengan layanan yang mudah diakses serta berbasis teknologi,” kata Bamsoet.

Bamsoet berharap metode ini bisa secepatnya diadopsi oleh seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia sehingga masyarakat luas bisa melakukan pemeriksaan dan pencegahan sejak dini.

Baca juga: Bamsoet tegaskan pembaruan hukum harus hadirkan keadilan subtantif

Baca juga: Bamsoet dorong penguatan ideologi di tubuh Polri cegah radikalisme

Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Bamsoet sebut radiogenomics bantu pencegahan penyakit sejak dini” pada 2026-05-15 14:49:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *