• May 13, 2026 9:25 pm

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Tuntutan Saya Lebih Besar dari Pembunuh

Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim: Tuntutan Saya Lebih Besar dari Pembunuh

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Nadiem Makarim Seusai Di Tuntut 18 Tahun Penjara(MI/Ghifari)

MANTAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Nadiem Anwar Makarim mengaku sangat kecewa usai dituntut 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,6 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

Hal itu disampaikan Nadiem saat doorstop usai sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

“Saya hari ini dituntut secara efektif dituntut 28 tahun. Rekor. Lebih besar dari berbagai kriminal-kriminal lain,” ujar Nadiem.

Saat dikoreksi wartawan bahwa total tuntutan pidana mencapai 27 tahun, yakni 18 tahun penjara ditambah 9 tahun subsider uang pengganti, Nadiem tetap menilai tuntutan tersebut tidak masuk akal.

“Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?” katanya.

Nadiem menilai tuntutan jaksa merupakan bentuk ketakutan agar dirinya tidak dibebaskan dalam perkara tersebut. Dia juga menyoroti tuntutan uang pengganti senilai Rp5 triliun lebih yang menurutnya jauh melebihi total kekayaan yang dimilikinya.

“Total kekayaan saya di akhir masa menteri itu nggak sampai Rp500 miliar,” ucapnya.

Menurut Nadiem, jaksa menggunakan nilai saham saat initial public offering (IPO) Gojek sebagai dasar tuntutan uang pengganti, padahal nilai tersebut disebutnya bukan uang riil yang pernah diterimanya.

“Itu artinya kekayaan yang tidak riil atau fiktif, dia menggunakan angka itu lalu itu yang dijadikan uang pengganti,” kata dia.

Nadiem juga membantah tudingan menerima aliran dana terkait pengadaan Chromebook. Dia menegaskan tidak ada bukti transfer dana kepadanya dari vendor, Google, maupun perusahaan terkait lainnya.

“Tidak ditemukan aliran dana dari vendor ke saya, tidak ada. Tidak ditemukan aliran dana dari Google ke saya,” ujar dia.

Selain itu, Nadiem menilai fakta-fakta yang terungkap selama persidangan tidak dipertimbangkan dalam tuntutan jaksa. Dia bahkan mengibaratkan tuntutan tersebut bertolak belakang dengan fakta persidangan.

“Kalau setiap hal yang sudah dibuktikan dengan saksi, dengan dokumentasi sudah keluar, tetapi di tuntutan balik saja kepada dakwaan awal sebelum proses persidangan, buat apa kita bersidang?” katanya.

Dalam kesempatan itu, Nadiem mengaku sakit hati dan patah hati atas tuntutan yang diterimanya. Namun, dia menegaskan tidak menyesal pernah bergabung dalam pemerintahan.

“Saya tidak pernah menyesal bergabung dalam pemerintah. Untuk mencari uang itu bisa seumur hidup. Untuk membantu generasi penerus bangsa kita menjadi lebih baik, itu hanya kesempatan sekali dalam hidup,” ucapnya.

Nadiem juga mengaku kondisi keluarganya sangat terpukul atas tuntutan tersebut. Bahkan, dia menyebut akan menjalani operasi pada malam hari usai sidang.

“Saya malam ini akan menjalani operasi. Saya sedih, saya kecewa, keluarga saya sangat terpukul,” ujar dia sambil terisak.

Di akhir pernyataannya, Nadiem meminta doa dari masyarakat dan berharap generasi muda tidak kehilangan harapan terhadap masa depan Indonesia.

“Saya harap anak-anak muda se-Indonesia tidak putus harapan. Saya harap masa depan negara kita lebih baik,” katanya.

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Tuntutan Saya Lebih Besar dari Pembunuh” pada 2026-05-13 19:50:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *