• April 30, 2026 6:28 pm

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Ancaman bagi Demokrasi dan Supremasi Sipil

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Ancaman bagi Demokrasi dan Supremasi Sipil

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Ilustrasi(Dok istimewa )

PULUHAN pemuda yang tergabung dalam Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI) menggelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS di depan Istana Presiden, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (30/4). Aksi tersebut dibuat untuk peringati 40 hari kasus teror penyiraman air keras terhadap masyarakat sipil, Andrie Yunus.

Koordinator Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI), Agnes Emil menilai aksi teror yang melibatkan oknum dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI adalah persoalan serius bagi supremasi sipil dan demokrasi. Iamendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi Sjafrie Sjamsoeddin dari jabatan Menteri Pertahanan RI. 

“Aksi teror ini jelas sangat mengancam prinsip supremasi sipil di negara demokrasi kita ini. Lebih bahayanya lagi, teror ini bisa jadi ancaman terhadap delegitimasi pemerintahan Presiden Prabowo. Maka itu kami mendesak Presiden Prabowo segera evaluasi Sjafrie Sjamsoeddin dari Menteri Pertahanan,” ujar Agnes, Kamis (30/4).

Agnes menyampaikan semenjak aksi teror air keras terhadap Andrie Yunus tidak ada keterangan resmi atau permintaan maaf Sjafrie Sjamsoeddin selaku Menteri Pertahanan. Padahal, kata ia, empat pelaku adalah oknum dari satuan dari BAIS yang memiliki hirarki erat dibawah Kementerian Pertahanan dalam hal pengkoordinasian strategis.

“Aksi kami hari ini juga untuk mendesak agar Sjafrie Sjamsoeddin meminta maaf secara terbuka kepada publik atas aksi teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Sebab, satuan BAIS merupakan bagian dari pertahanan negara yang hari ini diduga jadi alat untuk meneror masyarakat sipil,” tandas dia.

Agnes juga mengajak agar masyarakat sipil dan aktivis turut menyuarakan hal ini. Dia meyakini, bahwa motif dari aksi teror ini bukan hanya sebatas “dendam pribadi”.

Menurutnya, teror ini bisa kembali terjadi dan justeru lebih membahayakan bagi para aktivis.

“Kami mengajak kawan-kawan semua untuk bersama suarakan hal ini. Teror ini bukan hanya individu Andrie Yunus. Ini ancaman serius bagi supremasi sipil. Bisa jadi, esok lusa kita bisa di Andrie Yunus kan juga,” pungkas Agnes Emil.

Anang, orator lain dalam aksi tersebut juga menyuarakan bahwa aksi teror ini telah membuat geram semua pihak termasuk Presiden Prabowo, yang menyebut penyerangan tersebut adalah aksi terorisme dan bertujuan untuk melemahkan pemerintahan Prabowo saat ini.

“Presiden Prabowo juga geram dan meminta agar kasus ini di usut sampai dengan aktor yang mendesain hal ini. Anehnya, Sjafrie Sjamsoeddin tidak sedikitpun bersuara soal aksi teror ini. Padahal BAIS bagian dari perangkat pertahanan negara,” tutur Anang. (E-4)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Ancaman bagi Demokrasi dan Supremasi Sipil” pada 2026-04-30 17:11:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *