• April 28, 2026 10:26 pm

500 Pelaku Usaha Dibekali Penguatan Karakter Hadapi Tekanan Ekonomi Global

500 Pelaku Usaha Dibekali Penguatan Karakter Hadapi Tekanan Ekonomi Global

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Ilustrasi(Dok Istimewa)

Lebih dari 500 pelaku usaha dan profesional mengikuti program Bootcamp Bela Negara selama dua hari satu malam di kawasan Hambalang, Bogor. Program yang diinisiasi komunitas pengusaha SyaREA World bekerja sama dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI untuk penguatan karakter dan ketahanan sipil ini didukung Zeberline, kelompok usaha penyedia energi fosil dan terbarukan di Tanah Air.

Pada program ini, peserta menjalani rangkaian pelatihan dengan pola semimiliter. Mereka tinggal di barak, mengonsumsi (ransum) militer, dan menjalani aktivitas harian dengan disiplin ketat. Materi yang diberikan mencakup pembinaan fisik, military games, dan sesi kebangsaan bertema Cinta Negeri dan Cinta TNI-Polri.

Namun, program ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik. Pendekatan mental dan spiritual juga jadi bagian penting melalui salat berjamaah dan zikir bersama guna membangun ketahanan individu secara menyeluruh. Banyak di antara peserta merupakan generasi kedua pelaku usaha yang kini menghadapi berbagai tantangan baru. Mulai dari disrupsi digital, tekanan ekonomi global, hingga perubahan perilaku pasar. Dalam konteks ini, penguatan karakter, disiplin, dan kepemimpinan dinilai menjadi bekal penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menyatakan keterlibatan masyarakat sipil dalam program bela negara jadi semakin relevan di tengah dinamika tantangan global.

“Ancaman yang kita hadapi saat ini tidak selalu bersifat fisik. Karena itu, bela negara perlu dimaknai lebih luas, termasuk melalui penguatan karakter dan kesiapan individu,” ujarnya.

Dalam salah satu sesi, peserta juga mendapatkan pemaparan pengalaman langsung dari misi perdamaian di Libanon yang memberikan gambaran nyata mengenai situasi di lapangan serta pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi kondisi krisis.

Selain itu, peserta diajak merefleksikan nilai pengorbanan melalui kisah gugurnya prajurit Indonesia dalam misi tersebut yang menjadi pengingat tentang tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa. Mayjen Iwan menegaskan program bela negara untuk masyarakat sipil harus tetap berada dalam koridor yang tepat dan tidak mengarah pada militerisasi.

“Pendekatannya bukan militerisasi, tapi membangun kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” jelasnya.

Ia menambahkan program bela negara yang ideal harus bersifat inklusif, edukatif, serta relevan dengan kebutuhan zaman, dengan fokus pada kesiapsiagaan menghadapi ancaman nonmiliter.

Ke depan, lanjut dia, PMPP TNI menilai pendekatan bela negara berbasis masyarakat sipil akan semakin dibutuhkan, terutama dalam menghadapi tantangan seperti disinformasi, radikalisme, dan krisis sosial.

Ia berharap program Bootcamp Bela Negara ini tidak berhenti sebagai pengalaman pelatihan semata, tetapi mampu mendorong peserta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, baik dalam kehidupan sosial maupun aktivitas profesional.

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “500 Pelaku Usaha Dibekali Penguatan Karakter Hadapi Tekanan Ekonomi Global” pada 2026-04-28 22:17:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *