RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Panama City (ANTARA) – Republik Dominika akan mengizinkan Amerika Serikat untuk menggunakan area terlarang Pangkalan Udara San Isidro dan Bandara Internasional Las Americas untuk memerangi perdagangan narkoba, kata Presiden Luis Abinader pada hari Rabu (26/11), sebagaimana warta Xinhua.
Abinader mengumumkan langkah tersebut setelah melangsungkan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sedang berkunjung pada hari yang sama.
“Kami telah sepakat dengan AS untuk memperluas kerja sama secara sementara guna memperkuat pengawasan udara dan maritim terhadap perdagangan narkoba. Langkah-langkah tersebut didukung oleh undang-undang kami dan perjanjian yang sudah ada,” tegas Abinader.
Hegseth mengatakan bahwa perjanjian tersebut merupakan kolaborasi besar dan upaya bersama antara kedua negara dalam memerangi perdagangan narkoba dan terorisme narkoba (narcoterrorism), yang dia gambarkan sebagai sebuah model bagi kawasan tersebut.
Kunjungan Hegseth ini dilakukan di tengah meningkatnya pengerahan militer AS di Karibia sebagai bagian dari apa yang disebut AS sebagai strategi memerangi perdagangan narkoba.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Republik Dominika akan izinkan AS pakai fasilitas bandara untuk perangi narkoba” pada 2025-11-27 10:43:00
