• May 19, 2022 3:39 pm

10 Tahun Mengungsi, Eks Pengikut Syiah Akhirnya Dipulangkan ke Sampang

Seluruh mantan pengikut Syiah yang pulang ke kampung halaman telah dibaiat dan kembali ke ajaran ahlussunnah waljamaah (Aswaja) atau Sunni.
Pamekasan, CNN Indonesia

Mantan pengikut ajaran Syiah yang mengungsi selama 10 tahun di Rusunawa Jemundo, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Proses tersebut ditangani langsung Pemerintah Kabupaten Sampang sebagai tanda bahwa konflik sosial terkait paham ajaran tersebut sudah berakhir.

Informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com dari pemerintah setempat, sedikitnya ada 274 warga asal Sampang yang terlibat konflik paham Sunni-Syiah. Dari jumlah itu melalui proses panjang di antaranya dilakukan baiat untuk kembali ke ajaran ahlussunah, semua akhirnya pulang kembali ke tanah kelahirannya di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan penyelesaian konflik sosial tidak terlepas dari upaya dan kerja keras seluruh pihak, utamanya forkopimda, ulama dan tokoh masyarakat.

Menurutnya, seluruh mantan pengikut aliran Syiah yang pulang ke kampung halaman telah dibaiat dan kembali ke ajaran ahlussunnah waljamaah (Aswaja) atau Sunni.

“Proses baiat dilakukan dua tahun yang lalu tepatnya di bulan November 2020 yang diikuti 274 jiwa. Pembaiatan disaksikan oleh tokoh agama dan masyarakat setempat di Pendapa Trunojoyo Sampang,” kata Bupati Slamet.

Dia menyatakan pemulangan mantan pengikut aliran Syiah itu dilakukan secara bertahap. Kali ini dilakukan pemulangan sebanyak 53 jiwa dengan rincian 14 Kartu Keluarga (KK). Mereka pulang lengkap dengan membawa dokumen kependudukan.

“Pemulangan sengaja dilakukan pada hari Jumat dengan harapan untuk mendapatkan keagungan hari Jumat di bulan Ramadan. Tidak ada alasan lagi untuk tidak memulangkan mereka yang mengungsi akibat konflik sosial. Konflik sudah tidak ada lagi dan mereka akan hidup damai di kampung halamannya,” imbuhnya.

Dia menegaskan, konflik kemanusiaan harus segera diselesaikan. Jika dibiarkan tanpa solusi, maka pemangku kebijakan telah melakukan tindakan yang tidak humanis. Tidak ada manusia di dunia ini yang ingin hidup secara terus menerus dalam konflik.

“Ini masalah kemanusiaan harus segera kita selesaikan. Alhamdulillah dengan perjuangan panjang konflik ini selesai,” ungkapnya.

Kepulangan mereka dijemput langsung Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang yang didampingi masing-masing tim dari Desa Bluuran dan Desa Karang Gayam. Namun sebelum dipulangkan, anggota Forkopimda melaksanakan Salat Jumat di lokasi pengungsian.

(nrs/pmg)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | 10 Tahun Mengungsi, Eks Pengikut Syiah Akhirnya Dipulangkan ke Sampang

Leave a Reply

Your email address will not be published.