• May 21, 2022 10:00 pm

Densus 88 Respons Travel Note AS Terkait Terorisme di Sulawesi-Papua

Densus 88 Polri menangkap seorang terduga teroris yang juga pengurus bagian Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia di Bekasi.
Jakarta, CNN Indonesia

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merespons sikap pemerintah Amerika Serikat yang baru saja memperingatkan warga negaranya agar waspada bahaya terorisme dan konflik di Sulawesi dan Papua.

Mengenai hal itu, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menegaskan bahwa penegakan hukum tidak didasari surat peringatan negara lain.

“Giat Densus ini bersifat independen dan didasarkan UU Antiteror,” kata Aswin saat dihubungi, Rabu (27/4).

Dia menegaskan bahwa Densus 88 Polri memiliki pertimbangan sendiri dalam melaksanakan penegakan hukum. Tidak terpengaruh dengan surat peringatan dari luar negeri.

“Operasional Densus tetap berjalan berdasarkan analisa eskalasi ancaman yang ada, bukan berdasarkan surat peringatan dari luar negeri,” kata Aswin.

Sebelumnya, Amerika Serikat meningkatkan travel note atau advisory di Indonesia ke level dua. Warga AS diminta berhati-hati pergi ke RI terkait bahaya terorisme dan konflik terutama di wilayah Papua dan Sulawesi Tengah.

“Meningkatkan kewaspadaan di Indonesia akibat terorisme dan bencana alam. Beberapa area memiliki peningkatan risiko,” demikian pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri AS, Senin (25/4).

“Teroris mungkin bakal menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan, menargetkan pos polisi, tempat beribadah, hotel, bar, kelab malam, pasar/pusat perbelanjaan, dan restoran,” lanjut pernyataan tersebut.

AS juga menyoroti potensi bencana alam di Indonesia, seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung berapi. Bencana alam itu dapat mengganggu transportasi, infrastruktur, sanitasi, dan ketersediaan layanan kesehatan.

(mjo/bmw)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Densus 88 Respons Travel Note AS Terkait Terorisme di Sulawesi-Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published.