• May 17, 2022 11:07 am

Densus 88: Kelompok Teror yang Ada Sekarang Itu Dulunya dari NII

Mabes Polri mengatakan penangkapan ketiga terduga teroris di Kalteng merupakan pengembangan dari penangkapan dua orang sebelumnya dari kelompok MIT Poso.
Jakarta, CNN Indonesia

Densus 88 Antiteror tak mau meremehkan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) meski mereka tak sebesar jaringan teroris lain seperti Jamaah Islamiyah (JI) ataupun Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia saat ini.

Kepolisian mengatakan bahwa NII merupakan awal dari perkembangan jaringan yang berpotensi melakukan aksi teror.

“Kalau bagi kami, kami sudah mengetahui bahwa sudah hampir semua kelompok-kelompok teror yang ada eksis sekarang itu dulu adalah sempalannya NII,” kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Kombes Aswin Siregar saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (21/4).

Aswin menyebutkan beberapa tokoh teroris besar dari jaringan JI seperti Abu Bakar Ba’asyi hingga Abdullah Sungkar yang menurutnya juga berkaitan dengan NII terdahulu.

Menurut dia, penyidik melakukan penangkapan berdasarkan alat bukti yang cukup. Sehingga, ia mengatakan bahwa proses penegakan hukum yang dilakukan sudah didasarkan pada kecukupan alat bukti.

Dia menjelaskan bahwa kepolisian saat ini diberi kewenangan untuk mencegah aksi teror berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sehingga, kata dia, pihaknya tak hanya menunggu aksi teror terjadi untuk kemudian baru melakukan penindakan.

“Kami kan sudah diamanatkan Undang-undang untuk menyelesaikan ini di tingkat persiapan. Untuk mencegah ini di tingkat persiapan mereka gitu. Jadi ini adalah amanah yang harus kami jalankan,” ucap dia.

“Kalau ini kan jaringan teror. Dia tidak ada peristiwa, jaringan itu tetap eksis,” tambah dia.

NII diketahui merupakan kelompok yang bertujuan mendirikan negara Islam di Indonesia sejak era orde Lama. Mereka diisi oleh sekelompok milisi muslim yang dikendalikan oleh politisi bernama Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo.

Kartosuwiryo merupakan tokoh Islam yang aktif di Masyumi. Ia kerap mempopulerkan pemikiran ideologi Islam dalam pergerakannya lewat Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) sejak tahun 1930an. Namun, pergerakannya semakin ekstrem hingga akhirnya membentuk NII.

Gerakan itu semula eksis dan berkembang di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat sejak 1949. Namun, pecahan hingga cabang dari kelompok ini mulai berkembang dan terbentang ke wilayah-wilayah lain seiring perkembangan.

(mjo/gil)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Densus 88: Kelompok Teror yang Ada Sekarang Itu Dulunya dari NII

Leave a Reply

Your email address will not be published.