• May 19, 2022 7:32 pm

DPR Minta Densus 88 Tak Buat Pernyataan Bombastis Tanpa Bukti & Fakta

ByRedaksi PAKAR

Apr 19, 2022 , ,
Polisi sudah menangkap tiga terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah di Jawa Tengah tersebut. Mereka diduga berperan sebagai tim IT wilayah Jateng.
Jakarta, CNN Indonesia

Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, meminta Densus 88 AntiTeror Polri tidak membuat pernyataan bombastis dengan menyebut Negara Islam Indonesia (NII) Sumatera Barat berniat menggulingkan pemerintah bermodal golok menjelang Pemilu 2024.

Sudding mengatakan Densus 88 harus melakukan penyidikan secara akuntabel dan transparan untuk membuktikan dugaan mereka.

“Kita juga tidak memberikan pernyataan yang bombastis,” kata Sudding saat dihubungi, Selasa (19/4).

Ia meminta pernyataan-pernyataan yang disampaikan Densus 88 ke publik tetap berdasarkan pada fakta dan hasil analisa yang tajam.

Menurut Sudding, proses penyidikan yang lebih akuntabel serta transparan perlu dilakukan agar masyarakat lebih mengetahui tentang motif keberadaan NII Sumbar.

“Betul-betul pada fakta dan analisa yang tajam, apakah ada keinginan ke arah sana dalam kaitan menggulingkan pemerintahan sah atau sebatas melakukan tindakan kekerasan untuk buat warga negara suasana tidak kondusif,” tutur politikus PAN itu.

Lebih jauh, Sudding menghargai dan mengapresiasi langkah Densus 88 melakukan penindakan terhadap NII.

Sudding pun meminta agar Densus 88 melakukan penindakan lebih lanjut terhadap jaringan yang terafiliasi dengan NII Sumbar untuk mencegah peristiwa yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terjadi.

Namun, ia mengingatkan langkah-langkah penindakan yang dilakukan oleh Densus 88 harus tetap memperhatikan aspek-aspek hak asasi manusia (HAM).

“Komisi III mendukung penuh Densus 88 menjalankan tugas dan fungsinya, tetapi memperhatikan HAM warga negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Densus 88 menyebut NII Sumbar berniat menggulingkan pemerintah sebelum Pemilu 2024 berlangsung.

Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan dan pengembangan 16 tersangka teroris yang ditangkap di Sumatera Barat pada Maret lalu.

“Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatera Barat yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun pemilu 2024,” kata Kabagbanops Densus 88 Kombes Aswin Siregar, Senin (18/4).

Aswin mengatakan kelompok tersebut menganut pemikiran NII era Kartosuwiryo yang ingin mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia dengan khilafah atau syariat Islam.

Aswin menyebut NII Sumbar memiliki banyak rencana. Termasuk serangan teror yang diawali dengan mempersiapkan senjata tajam (disebut golok) dan juga mencari para pandai besi.

“Temuan alat bukti arahan persiapan golok tersebut sinkron dengan temuan barang bukti sebilah golok panjang milik salah satu tersangka,” ujarnya.

Polri yakin jaringan ini masih memiliki anggota sekitar 1.125 orang. Ada yang telah berbaiat atau bersumpah setia namun belum aktif dalam kegiatan NII.

(mts/gil)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | DPR Minta Densus 88 Tak Buat Pernyataan Bombastis Tanpa Bukti & Fakta

Leave a Reply

Your email address will not be published.