• May 24, 2022 4:57 pm

Kadensus 88 Rekrut 9 Warga Maluku untuk Bangun Ponpes Deradikalisasi

Kadensus 88, Irjen Pol Marthinus Hokum meresmikan Masjid Rahmatullah dan Ponpes Deradikalisasi Islam Mosyotiah di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku.
Ambon, CNN Indonesia

Kepala Detasemen Khusus/88 Antiteror Polri Irjen Pol Marthinus Hokum meresmikan Masjid Rahmatullah dan Pondok Pesantren (Ponpes) Deradikalisasi Islam Mosyotiah di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu, (30/3).

Marthinus menuturkan Ambon daerah konflik dan diklaim masih tersebar kelompok-kelompok paham keras. Untuk itu, pihaknya tengah fokus melakukan pencegahan dan deradikalisi karena iman dan rasio atau cara berfikir diklaim belum sejalan. Kenapa, karena iman dan rasio itu harus berjalan bersama ketika kita berbicara tentang pembangunan manusia.

“Nah, ini sebenarnya inti dari pencegahan dan deradikalisasi kadang-kadang melihat bahwa kenapa orang-orang menjadi keras, kenapa sudah belajar agama, kok masih keras? Padahal agama kan rahmatan lil alamin,” ujar Marthinus, kepada wartawan, usai meresmkan ponpes dan masjid, Rabu, (30/3).

Ia berharap dengan kehadiran Masjid dan Ponpes Deradikalisasi di Desa Tulehu, bisa membangun iman dan rasio agar umat beragama di Maluku ke depan dapat memahami agama dengan luas.

Marthinus menambahkan pihaknya akan merekrut sekitar sembilan orang warga Maluku untuk mengikuti pendidikan agama di Jakarta. Mereka akan belajar agama yang moderat dan pulang ke Ambon mengabdi di Ponpes Deradikalisasi Islam Mosyotiah di Desa Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror juga merekrut 57 orang warga Posso, Sulawesi Tengah ke Jakarta dan Suriah. Disana, mereka belajar menjadi Dai dan penceremah sehingga mereka bisa berpikir yang moderat.

Sementara, Direktur Jaringan Moderat Indonesua Islah Baharawi menuturkan dengan kehadiran masjid di Tulehu bisa menjadi perekat, penenun dan keragamaan di Maluku.

“Apalagi di sini ada Ponpes Deradikalisasi Islam Mosyotiah, Islam Mosyotiah itu Islam yang garis tengah yang tidak miring ke kanan dan tidak miring ke kanan teguk lurus,”katanya.

Nah, kata dia ini poin penting untuk menjaga perdamaian dan integritas bangsa terutama menjaga keragaman dan kebersamaan di Maluku.

“Jadi pembangunan ponpes dan rumah ibadah di daerah-daerah bekas konflik seperti Ambon ini dilakukan sehingga menjadi episentrum rekonsialisasi,”ujarnya.

Ia menjelaskan fungsi rumah ibadah itu bukan hanya dipahami sebagai tempat ibadah saja namun juga menjadi tempat berkumpul dengan orang-orang yang berbeda.

sejak zaman Nabi, kata dia memang rumah ibadah itu menjadi episentrum rekonsialisasi dan musyawarah antar agama. inilah konsep Madinah yang sejak dahulu.

“Ya perpekstif Islam memang begitu,”ungkapnya.

(sai/ugo)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Kadensus 88 Rekrut 9 Warga Maluku untuk Bangun Ponpes Deradikalisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published.