• April 21, 2024 10:09 pm

Soal 198 Pesantren Terafiliasi Teroris, BNPT Bantah Sebar Islamofobia

BNPT menyebut pengungkapan data 198 pesantren diduga terafiliasi jaringan teroris justru untuk menjaga pesantren dari pengaruh terorisme.
Jakarta, CNN Indonesia

Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid menegaskan pengungkapan data 198 pondok pesantren di Indonesia terafiliasi jaringan teroris oleh BNPT bukan bentuk Islamofobia.

Hal itu ia sampaikan merespons reaksi pelbagai elemen organisasi masyarakat terkait data BNPT yang menyebutkan ada 198 Pondok Pesantren yang terindikasi terafiliasi dengan jaringan terorisme.

“Karena itulah, sangat tidak benar dan tidak beralasan narasi tuduhan terhadap BNPT yang seolah menggeneralisir dan menstigma negatif terhadap pondok pesantren yang ada di Indonesia, apalagi menuduh data tersebut bagian dari bentuk Islamofobia,” kata Ahmad dalam keterangan resminya dikutip Minggu (30/1).

Ahmad menjelaskan bahwa data-data pesantren itu merupakan hasil kerja pemetaan dan monitoring BNPT dalam rangka pencegahan terorisme. Baginya, data itu bisa meningkatkan kewaspadaan bagi semua stakeholder.

BNPT, kata dia, selama ini telah menerapkan kebijakan dan strategi “Pentahelix” atau multi pihak dengan merangkul dan melibatkan lima elemen bangsa selama ini.

“Sejatinya, data yang disampaikan Kepala BNPT tersebut harus dibaca sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja sebuah institusi di depan anggota dewan yang mempunyai tugas pencegahan radikal terorisme,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ahmad membeberkan bahwa data di Kementerian Agama jumlah pesantren di seluruh Indonesia ada sekitar 27.722. Artinya, 198 pesantren yang terindikasi terafiliasi jaringan terorisme hanya sekitar 0,007 persen. Baginya, 198 pesantren itu harus mendapatkan perhatian agar tidak meresahkan masyarakat.

“Keberadaannya justru akan mencoreng citra pesantren sebagai lembaga khas nusantara yang setia membangun narasi islam rahmatan lil alamin dan wawasan kebangsaan,” kata dia.

Selain itu, Ahmad juga mengatakan data yang dimiliki BNPT itu seharusnya tak dilihat sebagai stigmatisasi terhadap pesantren.

Data tersebut menurutnya mesti dilihat sebagai upaya BNPT menjaga citra baik pesantren dari keberadaan oknum yang memiliki keterkaitan dengan jaringan teror dan atau mengajarkan pemahaman yang radikal.

“Pesantren bukan hanya pilar peradaban Islam di Nusantara, tetapi juga fondasi bagi kemajuan negara dan bangsa ini. Khittah pesantren adalah lembaga yang menjaga harmoni antara Islam dan kebangsaan,” kata Ahmad.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar merinci ada 198 pondok pesantren terafiliasi dengan terorisme.

Data itu di antaranya 11 pesantren terafiliasi dengan jaringan organisasi teroris Jamaah Anshorut Khilafah (JAK), 68 pesantren terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI), dan 119 pesantren terafiliasi dengan Anshorut Daulah atau simpatisan ISIS.

Pelbagai Ormas Islam lantas mempertanyakan data BNPT itu. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan MUI misalnya mendesak BNPT membeberkan identitas 198 pondok pesantren yang disebut terafiliasi teroris itu.

(rzr/wis)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Soal 198 Pesantren Terafiliasi Teroris, BNPT Bantah Sebar Islamofobia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *