• October 24, 2026 6:25 pm

FKS berdayakan santri Ponpes Al Fatah Magetan melalui rumah tempe

FKS berdayakan santri Ponpes Al Fatah Magetan melalui rumah tempe

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Kami memberikan pelatihan dan pendampingan dalam hal memproduksi tempe secara higienis dan berkualitas

Surakarta, Jawa Tengah (ANTARA) – FKS Foundation memberdayakan santri di Pondok Pesantren Al Fatah, Magetan, Jawa Timur, melalui pembangunan rumah tempe di kawasan pondok dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta memberikan keterampilan kepada para santri.

“Kami memberikan pelatihan dan pendampingan dalam hal memproduksi tempe secara higienis dan berkualitas,” kata VP of Corporate Communications and Sustainability FKS Group Beatrice Susanto di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu.

Menurut dia, FKS Foundation memiliki program FKS Empower yang bertujuan untuk pengembangan komunitas, pemberdayaan UMKM, serta petani.

Ia mengatakan bahwa saat ini perusahaan berupaya memberikan keterampilan bagi para santri dengan mendirikan rumah tempe di Ponpes Al Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Para santri kata Beatrice dibekali dengan pelatihan dalam memproduksi tempe higienis serta produk turunannya. Produk tersebut nantinya dapat digunakan untuk memenuhi protein nabati bagi para santri dan juga bisa dikembangkan ke arah komersial.

“Jadi hasil produksi ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan para santri secara mandiri, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Beatrice menambahkan, selain di Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan, program serupa juga dikembangkan di sejumlah pesantren di antaranya Ponpes Al Anwar II, Rembang, Ponpes Lirboyo, Ponpes Al Falah Banyuwangi, Ponpes Al Anwar I, serta Al-Kautsar Al-Akbar Medan.

Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan bukan hanya pada produksi tempe, namun FKS Empower juga mendorong kreativitas dan juga inovasi para santri melalui pengembangan berbagai produk olahan berbahan dasar tempe, seperti nugget tempe, rolade tempe, dan juga produk olahan lainnya.

“Dengan demikian para santri tidak hanya dibekali keterampilan produksi tempe, tetapi juga diperkenalkan pada peluang diversifikasi produk dan pengembangan usaha yang memiliki nilai tambah,” katanya menambahkan.

Santri saat mengolah kedelai untuk dijadikan tempe di rumah produksi tempe Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026). ANTARA/Khaerul Izan

Sementara itu, Penanggung Jawab rumah produksi tempe di Ponpes Al Fatah Temboro Hasan Syarif mengatakan bahwa kolaborasi antara Ponpes Al Fatah Temboro, Magetan dengan perusahaan FKS Group yang sudah berjalan dua bulan lebih telah memberikan dampak positif.

Menurut dia, dengan adanya rumah tempe, para santri yang terlibat saat produksi kini sudah memiliki keterampilan tersebut, sehingga nantinya akan terus dikembangkan lebih luas.

“Saat ini ada empat orang santri yang bertanggung jawab dalam produksi tempe. Nantinya kami akan memberikan keterampilan pembuatan tempe kepada para santri yang berminat,” katanya.

Baca juga: Menko Muhaimin perkuat tiga fondasi pemberdayaan masyarakat

Baca juga: BNPT: Pemberdayaan santri strategi cegah terorisme jangka panjang

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “FKS berdayakan santri Ponpes Al Fatah Magetan melalui rumah tempe” pada 2026-10-24 17:32:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *