• September 18, 2026 5:40 am
37 Penambang Ilegal Tewas di Tahanan Nigeria, Gubernur Buka Suara

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Ilustrasi(Magnific)

PEMERINTAH Negara Bagian Niger, Nigeria, mengonfirmasi sebanyak 37 orang terduga penambang ilegal tewas saat berada dalam tahanan Korps Keamanan dan Pertahanan Sipil Nigeria (NSCDC) pada Kamis dini hari. Insiden tragis di ibu kota Minna ini langsung memicu penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.

Gubernur Negara Bagian Niger, Mohammed Umaru Bago, menyampaikan duka cita mendalam saat menggelar konferensi pers di Minna yang disiarkan stasiun televisi TVC News.

“Pagi ini kita terbangun dengan berita bahwa sekitar 37 orang meninggal dalam tahanan pertahanan sipil di sini di Minna,” kata Bago.

“Ini sangat menyedihkan, ini sangat tragis,” tambahnya.

Kepolisian Nigeria mengonfirmasi telah meluncurkan penyelidikan penuh untuk mengusut penyebab kematian massal tersebut. Penyelidikan diperintahkan langsung Kepala Polisi Negara Bagian Niger setelah puluhan tahanan ditemukan tak bernyawa di fasilitas detention milik NSCDC.

“Kapolda telah memerintahkan dimulainya penyelidikan segera atas kematian tragis para terduga penambang ilegal saat berada di fasilitas penahanan NSCDC,” ujar juru bicara kepolisian, Wasiu Abiodun, dalam pernyataan resminya.

Meskipun laporan media lokal sempat menyebutkan angka 33 korban jiwa, konfirmasi resmi dari gubernur memastikan jumlah korban mencapai 37 orang.

Sebuah rekaman video berdurasi 40 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan jenazah pemuda yang hanya mengenakan celana pendek tergeletak di area terbuka. Sebagian besar korban tampak masih berusia remaja. Dalam video tersebut, tampak para sukarelawan bersarung tangan berdiri di sekitar jenazah, sementara sejumlah wanita berkerudung berusaha mengidentifikasi anggota keluarga mereka di tengah teriakan kutukan warga terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Mengenai penyebab pasti kematian, terdapat perbedaan indikasi awal antara laporan lapangan dan pihak pengelola tahanan. Berdasarkan laporan intelijen yang diperoleh AFP, kondisi sel yang tidak layak diduga menjadi pemicu utama.

“Informasi awal menunjukkan bahwa kematian massal ini kemungkinan disebabkan oleh kepadatan berlebih dan ventilasi yang tidak memadai di dalam fasilitas penahanan,” tulis laporan intelijen tersebut.

Di sisi lain, pihak NSCDC menyatakan bahwa mereka menangkap puluhan terduga penambang ilegal tersebut pada Selasa dan Rabu.

“Namun, pada 17 September 2026 dini hari, puluhan tersangka yang ditahan ditemukan meninggal dunia menyusul dugaan timbulnya wabah penyakit,” tulis pernyataan resmi NSCDC.

Insiden ini sempat memicu aksi unjuk rasa dari kelompok penambang dan simpatisan di Minna, yang berujung pada kerusakan sejumlah kendaraan dan fasilitas umum.

Negara Bagian Niger, wilayah kaya mineral dengan luas lebih dari dua kali lipat negara Belgia, memang menjadi pusat daya tarik ribuan penambang tradisional, terutama yang tergiur oleh potensi emas. Maraknya penambangan ilegal di wilayah ini juga memicu aksi kekerasan oleh geng kriminal lokal yang memungut pajak paksa dari para penambang. Selain emas, daerah ini menyimpan cadangan mineral strategis lainnya seperti tantalite, tembaga, dan litium yang sangat dibutuhkan untuk industri kendaraan listrik dan teknologi energi bersih. (AFP/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “37 Penambang Ilegal Tewas di Tahanan Nigeria, Gubernur Buka Suara” pada 2026-09-18 05:06:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *