• August 30, 2026 1:17 pm

Grup WhatsApp Berisi 532 Anggota Terbongkar Jadi Jalur Pencucian Uang Ratusan Juta Euro

Grup WhatsApp Berisi 532 Anggota Terbongkar Jadi Jalur Pencucian Uang Ratusan Juta Euro

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Investigasi EBU membongkar grup WhatsApp bernama “Traders of Greater Europe” yang digunakan mendanai ISIS hingga penyelundupan manusia.(EBU)

JARINGAN investigasi penyiaran Eropa (EBU), termasuk BBC, membongkar keberadaan sebuah grup WhatsApp yang dimanfaatkan untuk mengirimkan uang tunai ratusan juta euro ke seluruh dunia. Transaksi tersebut digunakan untuk mendanai kejahatan terorganisir hingga kelompok ekstremis tanpa meninggalkan jejak dokumen formal (paper trail).

Grup percakapan yang dinamai “Traders of Greater Europe” itu beranggotakan 532 orang. Grup ini digunakan untuk mengatur pengiriman uang lintas negara bagi para klien mereka, termasuk ke sejumlah kota di Inggris seperti Birmingham dan London. Dalam satu kasus, dana yang dikirim dari Brussel diketahui mengalir ke militan kelompok Islamic State (IS/ISIS) di Suriah.

Keberadaan grup percakapan yang berisi lebih dari 82.000 pesan dari akhir Februari hingga Desember 2022 tersebut pertama kali diungkap oleh hakim pemeriksa asal Belgia, Vincent Guerra. Kasus yang awalnya berfokus pada investigasi pendanaan terorisme ini berkembang membuka tabir jaringan keuangan bawah tanah yang jauh lebih besar.

Guerra menyebut jumlah transaksi di dalam grup tersebut sangat mencengangkan dan menjangkau seluruh planet. “Ini bukan sekadar pekerjaan amatir; ini profesional, dan berada pada level yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya,” kata Guerra. “Merekalah bankir tanpa pengawasan pemerintah.”

Para anggota grup bertukar pesan dalam bahasa Arab untuk mengatur pembayaran tunai menggunakan sistem hawala. Sistem keuangan tradisional ini mengandalkan jaringan pialang tepercaya (hawaladar) untuk memindahkan dana global tanpa catatan elektronik maupun pemindahan fisik uang kertas.

Meski hawala sering digunakan secara sah oleh pekerja migran untuk mengirim uang ke keluarga mereka, sistem ini kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan guna menghindari sistem SWIFT perbankan internasional yang mewajibkan pelaporan aktivitas mencurigakan.

Investigasi EBU mendapatkan data pesan WhatsApp tersebut menyusul persidangan di Belgia pada 2024 yang memvonis enam pelaku pencucian uang. Polisi Belgia menemukan bukti bahwa para terdakwa mengirimkan uang ke kelompok IS untuk membantu istri-istri militan melarikan diri dari kamp penahanan di Suriah.

Saat menangkap pimpinan jaringan di Brussel bernama Abu Adam, polisi menemukan grup WhatsApp tersebut di ponselnya bersama 6.000 foto uang kertas 5 euro serta 6.000 foto kartu identitas yang digunakan sebagai kode verifikasi transaksi. Guerra memperkirakan Abu Adam telah memproses setidaknya 12.000 transaksi.

Penggunaan sistem hawala oleh jaringan kejahatan juga ditemukan di wilayah Eropa lainnya, meliputi kasus perdagangan manusia dan narkotika. Di Austria, polisi menggerebek kantor hawala terbesar di Wina yang berkedok restoran kebab. Dua bersaudara asal Suriah yang mengoperasikan lokasi itu terbukti melakukan perdagangan manusia serta penyiksaan terhadap kurir, hingga dijatuhi hukuman 18 dan 8 tahun penjara.

Komandan polisi dan pejabat penghubung Europol, Quentin Mugg, menegaskan bahwa sistem hawala telah menjadi saluran utama pencucian uang bagi kejahatan terorganisir.

“Apakah uang itu berasal dari penyelundupan migran, perdagangan manusia, prostitusi, tabungan seorang nenek yang dikirim sebagai hadiah ulang tahun untuk putranya, atau seorang warga Mali di Prancis yang ingin menafkahi keluarganya, [para hawaladar] tidak peduli sama sekali,” tegas Mugg. “Dan mereka akan tetap menerapkan tarif mereka.” (BBC/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Grup WhatsApp Berisi 532 Anggota Terbongkar Jadi Jalur Pencucian Uang Ratusan Juta Euro” pada 2026-08-30 12:23:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *