• January 31, 2026 6:50 pm

Bupati Temanggung: Kader NU siap jadi garda terdepan jaga persatuan

Bupati Temanggung: Kader NU siap jadi garda terdepan jaga persatuan

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Temanggung (ANTARA) – Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan kader Nahdlatul Ulama (NU) siap jadi garda terdepan menjaga persatuan, merawat toleransi dan menolak segala bentuk radikalisme, ekstremisme, serta ujaran kebencian yang dapat merusak keutuhan bangsa.

Ia di Temanggung, Sabtu, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Temanggung menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada NU atas peran strategis dalam menjaga suasana daerah yang kondusif, membina umat, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan.

Ia menyampaikan hal tersebut pada sambutan Apel dan Parade 10.000 kader dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama 100 Tahun Masehi.

“Saya mengajak seluruh kader NU di Kabupaten Temanggung untuk terus menguatkan sinergi dengan pemerintah daerah, menjaga kerukunan antara umat beragama, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Bupati mengajak semuanya ikut merawat Temanggung sebagai daerah yang aman, damai, religius, dan berkemajuan, dengan spirit Islam wasathiyah yang menyejukkan dan mempersatukan.

Menurut dia, satu abad perjalanan NU adalah bukti nyata bahwa NU konsisten menjaga agama sekaligus merawat kebangsaan. NU tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, membangun pendidikan, sosial, ekonomi, dan menjaga persatuan bangsa.

Di usia 100 tahun ini, katanya NU telah meneguhkan dirinya sebagai pilar utama Islam rahmatan lil ‘alamin, Islam yang menebar kedamaian, toleransi, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan kembali pesan penting NU, yaitu Islam jalan tengah (wasathiyah),” katanya.

Ia menyampaikan Islam wasathiyah adalah Islam yang tidak ekstrem ke kanan maupun ke kiri, Islam yang adil, seimbang, moderat, dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan.

“Islam wasathiyah mengajarkan kita untuk tegas dalam prinsip, namun lembut dalam cara, kuat dalam akidah, namun terbuka dalam pergaulan sosial. Inilah wajah Islam yang sejak lama diajarkan para kiai NU dan menjadi fondasi kokoh kehidupan berbangsa di Indonesia,” katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Bupati Temanggung: Kader NU siap jadi garda terdepan jaga persatuan” pada 2026-01-31 12:05:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *