• January 18, 2026 11:43 am
Nigeria Konfirmasi AS Gempur Markas ISIS 

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Amerika Serikat dan Nigeria melakukan operasi serangan udara gabungan terhadap ISIS di Sokoto. (Departemen of War)

KEMENTERIAN Luar Negeri Nigeria mengonfirmasi Amerika Serikat telah melancarkan “serangan presisi terhadap sasaran teroris di Nigeria melalui serangan udara.” Operasi militer ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan besar-besaran terhadap milisi kelompok Negara Islam (ISIS) di wilayah baratlaut Nigeria.

Pemerintah Nigeria menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari kerja sama keamanan terstruktur dengan mitra internasional guna mengatasi ancaman terorisme dan ekstremisme kekerasan yang terus berlanjut.

“Hal ini telah menyebabkan serangan presisi terhadap sasaran teroris di Nigeria melalui serangan udara,” ungkap Kementerian Luar Negeri Nigeria dalam pernyataan resmi pada Jumat pagi.

Klaim Trump dan Penegasan Nigeria

Presiden Donald Trump mendeskripsikan ISIS sebagai “sampah teroris” dan menuduh kelompok tersebut secara kejam menargetkan umat Kristen yang tidak bersalah. Trump mengeklaim militer AS telah mengeksekusi “sejumlah serangan sempurna” di negara bagian Sokoto, wilayah yang berbatasan dengan Niger.

“Di bawah kepemimpinan saya, negara kita tidak akan membiarkan Terorisme Islam Radikal berkembang,” tulis Trump melalui media sosial Truth Social.

Namun, Menteri Luar Negeri Nigeria, Yusuf Maitama Tuggar, memberikan penekanan berbeda. Kepada BBC, Tuggar menegaskan bahwa serangan tersebut adalah “operasi gabungan” yang menargetkan teroris secara umum. “Ini tidak ada hubungannya dengan agama tertentu,” tegas Tuggar. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya serangan lanjutan, tergantung pada keputusan kepemimpinan kedua negara.

Polemik Isu Agama dan Fakta di Lapangan

Sebelum serangan ini, Donald Trump telah menetapkan Nigeria sebagai “Negara dengan Perhatian Khusus” karena adanya klaim “ancaman eksistensial” terhadap populasi Kristen. Namun, pernyataan ini menuai sorotan karena kelompok pemantau kekerasan seperti ACLED mencatat serangan jihadis selama satu dekade terakhir di Nigeria telah menewaskan ribuan orang, di mana mayoritas korbannya adalah umat Muslim.

Penasihat Presiden Nigeria, Daniel Bwala, menyatakan Nigeria menyambut bantuan AS dalam memberantas pemberontak. Namun ia mengingatkan Nigeria adalah negara yang berdaulat. Ia juga menekankan kelompok jihadis tidak menargetkan agama tertentu, melainkan membunuh orang-orang dari semua keyakinan.

Presiden Nigeria, Bola Tinubu, terus bersikeras toleransi beragama tetap terjaga di negaranya. Menurutnya, tantangan keamanan yang ada saat ini berdampak pada masyarakat “di semua keyakinan dan wilayah.”

Selain serangan di Nigeria, militer AS baru-baru ini juga meningkatkan aktivitas tempurnya di Timur Tengah. Pekan lalu, Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan telah melakukan “serangan masif” terhadap 70 target ISIS di Suriah dengan melibatkan jet tempur, helikopter serbu, dan bantuan militer dari Yordania. (AFP/BBC/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Nigeria Konfirmasi AS Gempur Markas ISIS” pada 2025-12-26 09:37:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *