• July 24, 2024 4:25 am

Kemesraan Kapolri dan Jaksa Agung Dinilai Jadi Bentuk Peringatan

Kemesraan Kapolri dan Jaksa Agung Dinilai Jadi Bentuk Peringatan 

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Kapolri dan Kejagung mesra(Antara)

KEMESRAAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin dinilai jadi bentuk peringatan. Khususnya bagi koruptor dan pelaku kejahatan lainnya.

“Kemesraan antara Kapolri dan Jaksa Agung menunjukkan kekompakan atau kesolidan antar institusi penegak hukum sekaligus warning atau peringatan bagi para koruptor dan pelaku kejahatan lainnya. Bahwa negara tidak boleh dan tidak akan kalah,” kata pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi, melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 Mei 2024.

Menurut Haidar, kemesraan kedua pimpinan aparat penegak hukum itu untuk menunjukkan sinergitas di tengah isu penguntitan terhadap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh anggota Densus 88. Karena dikhawatirkan ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi tersebut.

“Apapun hukum yang akan ditegakkan, berhasil atau tidaknya tergantung pada keadaan dan kondisi penegak hukumnya. Kalau mereka tidak akur, akan rawan disusupi dan dilemahkan oleh penumpang gelap,” ujar Haidar.

Dia menuturkan sinergitas antarpenegakan hukum akan membuat kinerja lebih efektif dan efisien. Terlebih dalam menangani kasus-kasus besar.

Polri, Kejaksaan Agung, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjaga keharmonisan. Masyarakat juga diimbau tak terpengaruh dengan narasi yang menggiring opini.

“Karena kekompakan antar penegak hukum dan kepercayaan masyarakat adalah kunci untuk memberantas para pelaku kejahatan,” ucap loyalis Jokowi itu.

Sebelumnya, beredar kabar diciduknya seorang anggota Densus 88 Polri di sebuah restoran makanan Prancis di Cipete, Jakarta Selatan, pekan lalu. Febrie tengah memimpin penyelidikan kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.

Anggota Densus itu terciduk saat membuntuti Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Identitas anggota Densus itu berinisial IM dan berpagkat Bripda. IM diduga menyamar sebagai karyawan perusahaan BUMN dengan menggunakan nama inisial HRM.

Tak sendiri, IM diduga menjalankan misi bersama lima orang lainnya yang dipimpin seorang perwira menengah Kepolisian. Namun, hanya IM yang diamankan pengawal Jampidsus saat itu. (Z-10)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Kemesraan Kapolri dan Jaksa Agung Dinilai Jadi Bentuk Peringatan” pada 2024-05-28 18:00:52

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *