• July 24, 2024 3:59 am

Presiden Rusia Vladimir Putin Enggan Ikuti Narasi Barat

Presiden Rusia Vladimir Putin Enggan Ikuti Narasi Barat

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut empat pelaku serangan di gedung konser Crocus City Hall sebagai ekstremis.(AFP)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyebut empat pelaku serangan di gedung konser Crocus City Hall merupakan ekstremis dengan ideologi radikal. Serangan mereka membunuh 137 orang pekan lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam pertemuan dengan jajaran pejabat pemerintah Rusia. Ia mengatakan pembantaian pada pekan kemarin itu dilakukan para ekstremis yang ideologinya telah diperjuangkan mereka selama berabad-abad.

Putin, yang mengatakan keempat penyerang ditangkap ketika mencoba melarikan diri ke Ukraina, tidak menyebutkan afiliasi kelompok Islamic State (ISIS), yang dikenal sebagai ISIS-K. Padahal, ISIS-K mengeklaim bertanggung jawab atas serangan di gedung Crocus City Hall dekat Moskow.

Baca juga : Vladimir Putin Mengklaim Islamis Radikal di Balik Serangan Moscow, tuding Terkait Ukraina

Putin berupaya tidak mengikuti narasi negara-negara Barat dengan tidak menyebutkan nama ISIS atau ISIS-K dalam pidato terbaru di Senin (25/3). Negara-negara barat, khususnya Amerika Serikat (AS) langsung menuduh keempat pelaku terafiliasi ISIS.

Putin juga tidak menyebutkan siapa yang memerintahkan serangan tersebut. Namun ia mengatakan penting untuk mencari tahu mengapa para teroris mencoba melarikan diri ke Ukraina setelah beraksi, dan siapa yang menunggu mereka di sana.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengatakan Prancis memiliki informasi intelijen yang menunjukkan entitas ISIS bertanggung jawab atas serangan di Moskow.

Baca juga : ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Senjata di Rusia

Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak menyalahkan pihak tertentu, dan mendesak wartawan untuk menunggu hasil penyelidikan di Rusia. Dia juga menolak mengomentari laporan bahwa AS telah memperingatkan pihak berwenang di Moskow pada 7 Maret tentang kemungkinan akan terjadinya serangan teroris.

Peskov mengatakan informasi intelijen tersebut bersifat rahasia. Kemudian usai Putin berbicara, seruan meningkat di Rusia untuk menghukum keras mereka yang berada di balik serangan Moskow.

Empat pria telah didakwa pengadilan Moskow pada Minggu (24/3) malam, dengan menggunakan pasal terorisme. Saat hadir di pengadilan, mereka menunjukkan tanda-tanda dipukuli dengan kejam.

Kelompok kebebasan sipil menyebut hal tersebut sebagai tanda bahwa catatan buruk Rusia mengenai hak asasi manusia di bawah kepemimpinan Putin akan semakin memburuk.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengatakan penyelidikan masih berlangsung, namun berjanji bahwa para pelakunya akan dihukum, dan mereka tidak pantas mendapatkan belas kasihan. (inews.co.uk/Z-3)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Presiden Rusia Vladimir Putin Enggan Ikuti Narasi Barat” pada 2024-03-26 07:35:31

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *