• July 16, 2024 4:12 am

Polisi Sebut Acara Metamorfoshow di TMII Tak Bawa Atribut HTI

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyelenggara Metamorfoshow mengajukan izin acara ke Polsek Cipayung untuk acara Isra Miraj.

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)


Jakarta, CNN Indonesia

Polisi telah meminta keterangan dari penyelenggara acara bertajuk ‘Metamorfoshow: It’s Time to be One Ummah’ di TMII, Jakarta Timur. Acara tersebut diduga berkaitan dengan dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan permintaan keterangan terhadap penyelenggara itu telah dilakukan pada hari Jumat (23/2) lalu.

Dari pemeriksaan, kata dia, penyelenggara mengajukan izin acara ke Polsek Cipayung untuk acara Isra Miraj. Penyelenggara juga mengaku tidak ada atribut ataupun simbol organisasi HTI selama acara digelar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pada intinya, kegiatan itu tidak menggunakan atribut ataupun simbol organisasi terlarang di Indonesia. Mereka meminta izin untuk melakukan kegiatan peringati Isra Miraj,” kata Nicolas saat dikonfirmasi, Senin (26/2).

Kendati demikian, polisi masih terus menyelidiki peristiwa tersebut, termasuk mendalami kemungkinan ada upaya doktrinisasi peserta dalam acara tersebut.

“Sampai sejauh ini masih dalam penyelidikan,” ucap dia.

Sebelumnya, para mantan anggota HTI diduga menggelar sebuah acara bertajuk ‘Metamorfoshow : It’s Time to be One Ummah’ di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 17 Februari lalu. Informasi tersebut ramai beredar di media sosial.

Dalam akun itu juga disampaikan acara tersebut turut dihadiri Ismail Yusanto selaku eks jubir HTI, Aab El Karami selaku konten kreator HTI, M Ihsan Akbar yang merupakan influencer Gen Z HTI, hingga Akhmad Adiasta yang merupakan narator, producer dokusinema Sejarah Islam ‘Jejak Khilafah di Nusantara’.

Kepala Seksi Humas TMII, Novera Mayang mengaku menerima surat dari panitia acara tersebut pada 7 Februari. Dalam surat itu, disebutkan kegiatan terkait dengan peringatan Isra Miraj.

Terpisah, mantan juru bicara HTI Ismail Yusanto enggan bicara banyak. Dia mengaku hanya diundang saat menghadiri acara tersebut.

“Hubungi panitia saja, carilah itu,” kata Ismail saat dihubungi, Jumat (23/2).

Buntut acara itu, Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid meminta masyarakat waspada dengan pergerakan para mantan anggota HTI. Ia juga menduga acara tersebut sengaja dikemas sebagai perayaan Isra Miraj guna mengelabuhi pihak-pihak berwenang.

“Dari aspek substansi kegiatan, penyelenggara, dan pembicaranya terkait dengan HTI. Makanya berkedok acara Isra Miraj dengan substansi tentang penegakan khilafah,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga mendorong polisi mengusut acara tersebut. Yaqut berkata HTI sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Dia menegaskan organisasi itu tak boleh lagi menggelar acara apa pun.

“Kita serahkan ke polisi, kita dukung polisi untuk melakukan pengusutan terhadap masalah itu,” kata Yaqut di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/2).

Yaqut tak menjelaskan langkah yang akan ditempuh Kementerian Agama (Kemenag). Dia berkata Kemenag hanya memantau untuk sementara waktu.

“Pastilah, Kemenag pasti memantau perkembangannya,” ujarnya.

(dis/dhf/isn)

[Gambas:Video CNN]

Artikel ini telah dimuat di www.cnnindonesia.com dengan Judul “Polisi Sebut Acara Metamorfoshow di TMII Tak Bawa Atribut HTI” pada 2024-02-26 16:25:15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *