• July 16, 2024 3:08 am

Abu Bakar Ba’asyir Kirim Surat ‘Nasihat’ Buat Anies, Prabowo, & Ganjar

Abu Bakar Ba

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta, CNN Indonesia

Mantan narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir mengirim surat kepada tiga calon presiden Pilpres 2024 yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.

Surat itu berisikan keinginan pendiri Ponpes Al Mukmin di Ngruki, Sukoharjo itu terhadap tiga calon pemimpin peserta Pilpres 2024.

Hal itu diketahui setelah Ba’asyir menyambangi Balai Kota Solo untuk bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Dia hendak menitipkan surat untuk Prabowo kepada Gibran yang juga calon wakil presiden nomor urut 2 itu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ba’asyir pun membocorkan sebagian isi surat tersebut yakni sebuah nasihat.

“Nanti dari tiga capres dan cawapres upaya mengamalkannya. Tiga capres kita kasih surat, tentunya nasihat bagi yang menjadi Presiden, tetapi tiga-tiganya kita kasih,” kata Ba’asyir di Balai Kota Solo, Senin (20/11).

Ba’asyir berkata surat untuk Anies telah dikirim ke Jakarta. Adapun surat untuk Ganjar akan diberikannya di Semarang.

“Yang Pak Anies sudah sampai di Jakarta, ini Pak Prabowo kita harapkan nanti yang menyampaikan wakil beliau Mas Gibran. Nanti Pak Ganjar kita usahakan di Semarang,” katanya.

Dia berkata semua orang yang mengerti agama memiliki kewajiban memberi wejangan kepada para calon pemimpin atau umara. Ba’asyir pun melakukan hal itu.

“Karena surat ini kewajiban Agama, jadi yang mengerti Islam, ustaz atau ulama wajib memberi nasehat kepala presiden supaya dalam melaksanakan tugas bisa menyelamatkan negara dengan baik,” ujarnya.

“Mau diterima, mau tidak, Allah yang menentukan nanti; yang penting kami sudah sampaikan,” imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Abu Bakar Ba’asyir adalah mantan narapidana kasus terorisme. Dia berkali-kali keluar-masuk penjara karena kasus yang berkaitan dengan terorisme.

Pada Orde Baru, 1983, Ba’asyir dipenjara 9 tahun karena menolak asas tunggal Pancasila dan melarang hormat pada bendera Merah Putih. Ia menyebut itu perbuatan syirik.

Pada 2004, Ba’asyir ditangkap karena diduga mendalangi bom Bali dan bom Hotel JW Marriot. Ia divonis 2,5 tahun penjara.

Pada 9 Agustus 2010, Ba’asyir kembali ditangkap karena diduga telah menunjuk Dulmatin sebagai pemimpin gerakan terorisme di Aceh.

Penangkapn Ba’asyir berkaitan dengan penangkapan lima orang di Jawa Barat. Lima orang itu adalah anggota Jamaah Ansharut Tauhid yang diduga menyiapkan aksi teror di Mabes Polri, sejumlah kantor kedutaan, dan hotel di Jakarta.

Pada 2018, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat berencana akan membebaskan Ba’asyir. Dia baru bebas murni pada 8 Januari 2021 setelah menjalani masa tahanan selama 15 tahun dikurangi remisi 55 bulan.

(dhf/kid)

Artikel ini telah dimuat di www.cnnindonesia.com dengan Judul “Abu Bakar Ba’asyir Kirim Surat ‘Nasihat’ Buat Anies, Prabowo, & Ganjar” pada 2023-11-21 08:43:57

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *