• July 24, 2024 1:49 am

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta, CNN Indonesia

Dua pesawat latih Super Tucano milik TNI Angkatan Udara jatuh di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Agung Sasongkojati mengatakan pesawat dengan nomor ekor (tail number) TT-3103 dan TT-3111 itu tengah melakukan misi Proficiency Formation Flight dengan rute penerbangan Lanud Abd Saleh-Area Latihan-Lanud Abd Saleh. Pesawat dilaporkan hilang kontak pada 11.18 WIB.

Pesawat-pesawat itu jatuh di dua titik yakni Kecamatan Puspo dan Kecamatan Lumbangan, Kabupaten Pasuruan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Pasuruan, Dani Kusdiantoro mengaku sempat melihat pesawat sebelum mengalami kecelakaan.

Dani mengatakan saat itu pesawat terbang rendah. Selain itu, kondisi cuaca juga sedang berkabut.

“Terbangnya enggak terlalu tinggi, kan keadaan kabut tebal, terus itu nabrak tebing,” ungkap Dani saat dikonfirmasi.

“Yang satu sempat ada ledakan, yang di area Taman Nasional, yang di tebing enggak ada [ledakan] cuma nabrak tebing saja,” jelas Dani.

Terdapat total empat orang yang menjadi awak pesawat pada peristiwa ini. Empat awak pesawat tersebut ditemukan meninggal dunia. 

Pesawat dengan nomor ekor TT-3311 diisi oleh Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater) dan Kolonel Adm Widiono (Backseater).

Pesawat dengan nomor ekor TT-3103 diisi oleh Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) dan Kolonel Pnb Subhan (Backseater).

Kecelakaan 2016 di wilayah Malang

Pesawat latih Super Tucano juga pernah mengalami kecelakaan yang sama di 2016. Pesawat tersebut jatuh di permukiman padat penduduk di Jalan Laksda Adisutjopto, Blimbing, Kota Malang yang berdekatan dengan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

Kronologi jatuhnya pesawat tempur milik TNI AU ini sedang melakukan uji terbang atau test flight dengan ketinggian 25.000 kaki. Uji terbang itu dilakukan setelah pemeliharaan pesawat yang telah menempuh 300 jam terbang.

Pesawat tersebut telah terbang sekitar satu jam di wilayah udara Malang Raya. Namun, pesawat tiba-tiba berputar dengan bunyi raungan mesin, hingga akhirnya pesawat menukik jatuh ke pemukiman warga sekitar pukul 10.40 WIB.

Kecelakaan tersebut menyebabkan pesawat menimpa satu rumah warga bernama Pujianto. Salah satu penghuninya, Nyonya Pujianto dibawa ke RS Syaiful Anwar (RSSA) Malang.

Sementara Pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah dan kopilot Syaiful dievakuasi dari reruntuhan bangunan dan dikabarkan dalam kondisi kritis. Diketahui bahwa pilot sempat loncat dengan parasut sebelum pesawat jatuh.

Kemunculan pesawat tempur Super Tucano

Mengutip dari situs TNI AU, pesawat ini resmi diterima pertama kali oleh Indonesia di Pangkalan TNI AU Abdul Rahman Saleh Malang pada 17 September 2012.

Dalam periode pertama, terdapat empat unit pesawat tempur taktis yang diberikan, yakni dengan tail bernomor TT-3101, TT-3102, TT-3103, dan TT 3104. Pesawat ini terus diberikan secara berkala hingga mencapai 16 unit.

Pesawat dengan tipe EMB-314/A-29B ini menggantikan Pesawat OV-10 Bronco Skadro Udara 21 Lanud Abd Saleh Malang yang telah digunakan sebelumnya dalam operasi TNI AU.

Pengoperasian Super Tucano selanjutnya akan digunakan untuk mendukung operasi pengawal perbatasan darat dan perairan, melawan terorisme, mengawasi alur laut kepulauan, mengawasi penyelundupan di udara-darat-perairan, mendukung operasi pasukan darat dan laut, operasi pertahanan udara secara terbatas (low speed interceptor), serta dukungan pengintaian dan serangan udara.

(nhl/isn)

Artikel ini telah dimuat di www.cnnindonesia.com dengan Judul “Sejarah Pesawat Super Tucano, Dua Kali Jatuh Sejak Masuk RI 2012” pada 2023-11-17 10:24:46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *