RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama menyiapkan sejumlah program strategis untuk memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Langkah ini dilakukan menjelang peringatan Hari Toleransi Internasional serta perayaan Natal dan Tahun Baru.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Prof. Dr. Phil. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menyatakan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam merawat persatuan bangsa. Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, Kemenag menegaskan bahwa keharmonisan adalah modal utama pembangunan nasional.
“Indonesia harus terus kita jaga, harus kita rawat, harus kita kuatkan,” ujar Abu Rokhmad dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan Asta Cita kedelapan Presiden dan Wakil Presiden mengenai peningkatan toleransi antarumat beragama.
Dialog Lintas Agama dan Penguatan Tokoh
Salah satu agenda utama adalah dialog kerukunan yang direncanakan berlangsung di rumah dinas Menteri Agama. Forum ini bertujuan mempertemukan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk memperkuat koordinasi pembinaan umat menjelang akhir tahun.
Menurut Abu Rokhmad, hubungan antartokoh agama perlu diperkuat melalui perjumpaan langsung dan komunikasi terbuka, bukan sekadar pernyataan seremonial, guna memastikan kehidupan masyarakat tetap damai.
Bimbingan Remaja dan Ketahanan Keluarga
Ditjen Bimas Islam juga menaruh perhatian pada ketahanan keluarga melalui bimbingan bagi remaja usia nikah. Program yang dikelola Direktorat Bina KUA ini melibatkan organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Langkah ini diambil untuk merespons tren penurunan angka pernikahan dan peningkatan perceraian. Calon pasangan dibekali pengetahuan mengenai tanggung jawab pernikahan agar mampu membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab.
Program RECONNECT untuk Reintegrasi Sosial
Dalam upaya penanggulangan ekstremisme, Kemenag menjalankan program capacity building bertajuk RECONNECT (Religious Counselor, Prison Rehabilitation and Community Reintegration). Program ini mendampingi mantan narapidana terorisme agar dapat kembali diterima di masyarakat.
Bekerja sama dengan BNPT, Densus 88, dan Kemensos, penyuluh agama berperan aktif memberikan pendampingan agar proses reintegrasi sosial berjalan positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Pemberdayaan Ekonomi dan Kepastian Hukum
Di sektor ekonomi, Bimas Islam menyiapkan Halal Expo bekerja sama dengan Universitas Indonesia untuk mendorong literasi halal lifestyle dan daya saing UMKM. Sementara itu, program Nikah Akbar akan digelar di beberapa kota seperti Solo, Ambon, dan Medan untuk memberikan kepastian hukum melalui pencatatan perkawinan massal.
- Semarang (Telah terlaksana)
- Solo
- Ambon
- Medan
- Deli Serdang
Harmony Fun Walk dan Ngaji Budaya
Untuk menjangkau Generasi Z, Kemenag merencanakan Harmony Fun Walk di Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. Kegiatan olahraga ini menjadi ruang perjumpaan lintas latar belakang dalam suasana santai.
Selain itu, terdapat program Ngaji Budaya yang bertujuan memperkuat hubungan antara nilai Islam dan tradisi Nusantara. Pendekatan budaya dinilai efektif untuk memperkenalkan ajaran agama secara kontekstual dan merawat warisan lokal.
Penguatan Tata Kelola Zakat
Terakhir, melalui BAZNAS Collaborative Leadership (BCL), Kemenag berupaya memperkuat kepemimpinan BAZNAS di tingkat daerah. Fokus utamanya adalah transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana sosial keagamaan agar memberikan dampak nyata pada pengentasan kemiskinan.
Abu Rokhmad menekankan bahwa seluruh program ini saling berkaitan untuk membangun dampak nyata. “Kerukunan bukan hanya tanggung jawab tokoh agama atau pemerintah, melainkan komitmen bersama seluruh warga bangsa,” pungkasnya.
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Dirjen Bimas Islam Siapkan Program Kerukunan Jelang Hari Toleransi” pada 2026-10-26 19:29:00
