• October 24, 2026 4:16 pm

Serangan Teror Gereja Hamoud Yordania 7 Tewas dan 27 Luka-luka

Serangan Teror Gereja Hamoud Yordania: 7 Tewas dan 27 Luka-luka

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Serangan terhadap pelayat di Gereja Hamoud, Yordania selatan, menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya.(Anadolu Agency)

SERANGAN teror bersenjata mengguncang sebuah acara pemakaman di Gereja Hamoud, kegubernuran Karak, Yordania selatan, pada Jumat (23/10). Insiden berdarah ini mengakibatkan sedikitnya tujuh orang tewas dan 27 lainnya mengalami luka-luka.

Direktur Keamanan Publik Yordania, Obaidallah Maaytah, mengonfirmasi angka terbaru korban tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Karak. Data ini memperbarui laporan sebelumnya dari Direktorat Keamanan Publik yang menyebutkan enam korban jiwa dan 28 orang terluka.

Data Korban Serangan Gereja Hamoud:







Kategori Jumlah
Korban Meninggal Dunia 7 Orang
Korban Luka-luka 27 Orang
Estimasi Massa di Lokasi 150 – 200 Orang

Kronologi Penembakan

Berdasarkan laporan stasiun televisi publik Al-Mamlaka TV, saksi mata menyebutkan bahwa dua orang bersenjata keluar dari sebuah kendaraan dan langsung melepaskan tembakan membabi buta ke arah jemaat yang sedang menghadiri upacara pemakaman. Penembakan dilaporkan berlangsung tanpa henti selama sekitar lima menit sebelum para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.

Menteri Dalam Negeri Yordania, Mazin Al Farrayeh, menegaskan bahwa negara tengah menjadi sasaran aksi terorisme oleh kelompok ekstremis. Meski demikian, pihak berwenang menyatakan masih terlalu dini untuk mengungkap identitas maupun afiliasi kelompok pelaku karena penyelidikan masih berlangsung intensif.

Respons Keras Raja Abdullah II

Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein memberikan pernyataan tegas melalui platform X, menyebut peristiwa ini sebagai serangan teroris yang tidak akan dibiarkan. Ia menekankan bahwa persatuan rakyat Yordania tidak akan goyah oleh aksi kekerasan tersebut.

“Siapa pun yang menipu dirinya dengan berpikir bahwa mereka bisa memecah Yordania dengan peluru, maka mereka tidak akan bertahan menghadapi persatuan kami. Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami,” tegas Raja Abdullah II.

Larangan Publikasi

Menyikapi sensitivitas kasus ini, Jaksa Agung Amman, Hassan Abdallat, telah mengeluarkan perintah larangan publikasi terkait detail penyelidikan. Larangan ini mencakup media cetak, elektronik, hingga media sosial, termasuk penyebaran foto dan video terkait insiden, guna menjaga kelancaran proses hukum dan keamanan nasional. Pelanggaran terhadap perintah ini diancam dengan sanksi pidana.

Hingga saat ini, berbagai lembaga keamanan Yordania dilaporkan terus bekerja tanpa henti untuk mengejar para pelaku yang masih buron. (Anadolu/Ant/I-1)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Serangan Teror Gereja Hamoud Yordania 7 Tewas dan 27 Luka-luka” pada 2026-10-24 13:40:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *