• October 22, 2026 3:40 pm

Indonesia-Australia perkuat kerja sama di bidang hukum dan keamanan

Indonesia-Australia perkuat kerja sama di bidang hukum dan keamanan

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Indonesia dan Australia memperkuat sinergi kerja sama di bidang hukum dan keamanan melalui Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security pada Kamis.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman ditemui di kawasan Jakarta Selatan mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan joint communique atau pernyataan bersama antara Indonesia dan Australia.

Komitmen bersama itu, di antaranya penguatan kemitraan strategis, penguatan keamanan maritim, pemberantasan terorisme, pemberantasan kejahatan lintas negara, penguatan keamanan perbatasan, dan keamanan siber.

“Dokumen ini menjadi landasan bagi kedua negara untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui kerja sama yang lebih konkret, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan hukum dan keamanan yang menjadi kepentingan bersama,” katanya.

Menurut Dudung, kerja sama dengan Australia tersebut penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas, dan menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

“Tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja, tetapi memerlukan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang erat,” ujarnya.

Ia pun berharap pertemuan ini tidak berhenti pada kesepakatan di atas kertas, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui langkah nyata yang memberikan manfaat bagi keamanan masyarakat dan kepentingan kedua negara maupun kawasan.

Baca juga: Menlu RI terima Menlu Australia, bahas kerja sama multilateral

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan bahwa beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan antara lain kejahatan terorganisasi, seperti scam centers (pusat penipuan).

Menurut Tony, kerja sama kedua negara menjadi penting untuk memutus rantai kejahatan model tersebut.

Selain itu, dibahas pula soal tantangan dalam menghadapi keamanan siber.

Tony mengatakan Indonesia dan Australia harus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menghadapi keamanan siber.

“Hal yang perlu kita lakukan, dan yang telah kita bicarakan hari ini, adalah terus memanfaatkan teknologi mutakhir, terus mengerahkan kapabilitas terbaik, namun melakukannya berlandaskan kemitraan yang semakin mendalam setiap tahunnya, serta persahabatan yang semakin erat setiap tahunnya,” ucapnya.

Melalui pertemuan ini, ia meyakini kedaulatan kedua negara di bidang hukum dan keamanan akan semakin menguat.

“Keamanan masyarakat kita telah ditingkatkan melalui pertemuan hari ini. Keselamatan rakyat Indonesia dan rakyat Australia semakin terjamin melalui pertemuan hari ini,” ujarnya.

Adapun rangkaian acara ini akan dilanjutkan dengan Pertemuan Ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter Terrorism and Transnational Security (SRM) yang akan diikuti oleh delapan negara pada Jumat (23/10).

Forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan lintas negara, sekaligus membangun kawasan yang lebih aman dan stabil.

Baca juga: Kapal perang Indonesia-Australia latihan bersama di Perairan Bali

Baca juga: Indonesia dan Australia memperkuat kemitraan di sektor pangan

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Indonesia-Australia perkuat kerja sama di bidang hukum dan keamanan” pada 2026-10-22 13:58:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *