RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
PEMERINTAH Yaman yang diakui secara internasional meminta dukungan masyarakat internasional untuk menghadapi kelompok Houthi. Seruan itu disampaikan ketika pemerintah Yaman yang didukung koalisi militer pimpinan Arab Saudi memulai operasi militer besar untuk merebut kembali wilayah yang masih dikuasai Houthi.
Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Al-Zouba mengatakan stabilitas Yaman bukan hanya kepentingan negara itu, tetapi juga kepentingan dunia. Ia meminta negara sahabat dan komunitas internasional mendukung pemerintah serta institusi negara Yaman.
“Kami menyerukan kepada saudara, sahabat, dan komunitas internasional untuk mendukung rakyat Yaman, negara dan institusi nasionalnya dalam menghadapi milisi Houthi teroris,” kata Al-Zouba dalam unggahan di X seperti dilansir Al-Jazeera.
Menurut dia, Houthi telah menggunakan kekuatan senjata untuk menguasai kehendak rakyat Yaman. Ia menilai kelompok tersebut juga telah mengancam keamanan di luar wilayah Yaman.
“Bahaya yang ditimbulkan milisi ini dan kejahatannya telah melampaui batas Yaman. Mengakhiri agresinya dan menggagalkan kudeta pengkhianatannya kini menjadi tanggung jawab dan kepentingan bersama secara nasional, regional, dan internasional,” ujarnya.
Seruan itu muncul sehari setelah Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.
Al-Alimi mengatakan pemerintah telah menginstruksikan angkatan bersenjata, pasukan keamanan, dan seluruh formasi militer untuk menjalankan operasi berdasarkan rencana yang telah disiapkan. Tujuannya memperluas kembali kewenangan pemerintah dan institusi negara ke seluruh wilayah Yaman.
“Hari ini (Minggu) saya mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali wilayah Republik yang masih tersisa dan menegakkan kewenangan negara serta institusinya di seluruh wilayah nasional,” kata Al-Alimi.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menilai seluruh peluang deeskalasi telah habis. Pemerintah Yaman kini menyatakan beralih dari tahap persiapan menuju operasi militer.
Konflik Yaman kembali memasuki fase yang lebih berbahaya setelah Houthi memperluas penguasaan wilayah dan meningkatkan tekanan di kawasan Laut Merah. Kelompok itu menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara serta barat Yaman sejak 2014. (B-3)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Yaman Minta Dukungan Internasional untuk Kalahkan Houthi” pada 2026-10-05 10:48:00
