• August 20, 2026 4:04 pm

Pengabdian Masyarakat Untidar Budi Daya Maggot di Desa Ngargogondo Magelang

Pengabdian Masyarakat Untidar: Budi Daya Maggot di Desa Ngargogondo Magelang

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Tim Pengabdian Masyarakat Untidar tingkatkan manajemen sampah organik melalui budidaya maggot dan teknologi rotary dryer di Desa Ngargogondo, Magelang.(Dok Universitas Tidar)

TIM Pengabdian Masyarakat Universitas Tidar (Untidar) mengadakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk Peningkatan Manajemen Sampah Organik Melalui Budi Daya Maggot untuk Mewujudkan Green Economy di Desa Ngargogondo Kabupaten Magelang. Tim Pengabdian Masyarakat diketuai oleh Dr. Joko Tri Nugraha, S.Sos., M.Si., dengan anggota yang terdiri dari Atika, S.E., M.Si., dan Shefa Dwijayanti Ramadani, S.Pd., M.Pd., serta tiga mahasiswa dari program studi biologi, akuntansi, dan administrasi negara. 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hibah kompetitif pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dalam skema pemberdayaan berbasis masyarakat, dengan ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sejak bulan Juni hingga Desember 2026. Berbagai program dirancang untuk meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik di Bank Sampah Dahlia melalui budi daya maggot.  

Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk melihat kondisi awal, sehingga dapat diketahui permasalahan serta solusi yang dapat ditawarkan Tim Pengabdian Masyarakat kepada Bank Sampah Dahlia. Hasil survei menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat dan keterampilan budi daya maggot masih minim serta sarana dan prasarana yang dimiliki belum memadai. 

Merujuk pada permasalahan yang dihadapi, Tim Pengabdian Masyarakat Untidar menghadirkan solusi melalui sosialisasi, pelatihan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk budidaya maggot. Pada tanggal 31 Juli 2026, Tim Pengabdian berhasil menghadirkan tempat budi daya maggot serta alat pengering maggot (rotary dryer). 

Program dilanjutkan dengan pelatihan budi daya maggot yang diselenggarakan pada tanggal 15 Agustus 2026 bertempat di TPS3R Desa Ngargogondo. Ketua Tim Pengabdian, Dr. Joko Tri Nugraha, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang budi daya maggot serta menjadikan maggot bernilai ekonomis tinggi melalui pengolahan maggot lebih lanjut. “Kita di sini akan belajar tentang budi daya maggot dan menguji coba mesin pengering maggot,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup tahapan budi daya maggot, yang disampaikan oleh Dosen Pendidikan Biologi Untidar sekaligus anggota Tim Pengabdian, Shefa Dwijayanti Ramadani, S.Pd., M.Pd. Guna mengetahui efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test terhadap para peserta pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman masyarakat terkait budi daya maggot yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata pre-test sebesar 62,73 menjadi 80,00 pada post-test. 

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta kemudian diajak untuk melihat dan praktik langsung cara mengeringkan maggot menggunakan rotary dryer.  Atika, S.E., M.Sc. selaku dosen akuntansi Universitas Tidar sekaligus anggota Tim Pengabdian menjelaskan bahwa maggot memiliki nilai jual lebih tinggi apabila dalam kondisi kering. “Berdasarkan pengalaman, maggot basah memiliki nilai ekonomi yang rendah dan tidak tahan lama, sedangkan maggot kering memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan,” tuturnya. 

Program pengabdian yang didanai oleh Kemendiktisaintek tahun ini mendapat respons positif dari Ketua Bank Sampah Dahlia, Zunianto. Menurutnya, kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi anggotanya. “Kami sebelumnya di Bank Sampah Dahlia hanya mengandalkan penjualan maggot basah. Berkat bantuan alat pengering maggot dari Tim Pengabdian Untidar, kami jadi bisa mengolah maggot yang bernilai jual tinggi dan lebih tahan lama,” ungkapnya.

Harapannya, kegiatan kemitraan antara Untidar dan Bank Sampah Dahlia ini mampu menciptakan peluang ekonomi produktif berbasis komunitas masyarakat serta menjadi teladan bagi lembaga pendidikan lain dalam pengelolaan maggot agar bernilai jual lebih tinggi. Seluruh Tim Pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas kesempatan pendanaan yangu, diberikan serta Universitas Tidar yang telah mendukung pelaksanaan program ini. (RO/I-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Pengabdian Masyarakat Untidar Budi Daya Maggot di Desa Ngargogondo Magelang” pada 2026-08-20 15:39:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *