RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
…Proses renovasi kemungkinan mulai bulan depan
Jakarta (ANTARA) – Program bedah rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat hasil kolaborasi Kementerian Sosial dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, mulai berjalan di Sumenep, Jawa Timur.
“Proses renovasi kemungkinan mulai bulan depan, kami masih menunggu SK penetapan,” ujar Koordinator program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Sumenep Agung Candra dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan saat verifikasi faktual bersama Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Ahmad Rifai, Kasubag TU Dayamas Ronny Khalisadi Suryanegara, Penyuluh Sosial Pada Direktorat PSKMR Andi Rian Julian Asmar, dan para pendamping PKH.
Sebagai awalan dilaksanakan verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.
Khusus untuk Kabupaten Sumenep yang berada di Pulau Madura mendapat kuota sebanyak 50 titik. Dari jumlah tersebut delapan di antaranya sudah lolos verifikasi.
Verifikasi faktual yang disasar dilaksanakan di tiga titik, yaitu rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat, Susanti di Dusun Pasar Kayu RT 1 RW 1 Desa Pabian, Kecaman Kota Sumenep.
Baca juga: Berkat bantuan kewirausahaan Kemensos, Oneng stop mengemis
Kemudian rumah Indri Novianti dan Ika Triani di Desa Panggarangan, Kecamatan Kota Sumenep.
Kepada salah satu orang tua siswa Sekolah Rakyat, Susanti, Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib berpesan untuk bersyukur lantaran terpilih menjadi salah satu penerima manfaat program bedah rumah.
“Ini segera kita proses, di Sekolah Rakyat tak hanya anaknya disekolahkan, tapi orang tuanya juga diberdayakan,” katanya.
Ibu empat anak tersebut mengamini seraya menjelaskan keluarganya juga mendapat bansos PKH, BNPT, serta bantuan program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE).
“Dapat berupa barang freezer, untuk jualan es keliling di pasar malam,” katanya.
Baca juga: Menteri PKP: Rapermen Bedah Rumah untuk mudahkan pelaksanaan program
Sementara di rumah Indri Novianti dan Ika Triani, Ishaq Zubaedi Raqib berpesan kepada tim PKP agar melakukan renovasi menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat yang menjalankan usaha laundry.
“Sesuaikan profil rumahnya dengan usahanya, tempat laundry di mana segala macam,” katanya.
Dalam kesempatan ini dia juga berpesan kepada jajaran Kemensos untuk memberikan bantuan pemberdayaan kepada penerima manfaat agar secepatnya mandiri.
Secara nasional, pemerintah melalui program tiga juta rumah untuk rakyat menargetkan renovasi 10 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Program ini merupakan sinergi Kemensos dan Kementerian PKP untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan merenovasi rumah keluarga siswa Sekolah Rakyat agar lebih layak huni.
Baca juga: Mendagri: Program bedah rumah targetkan 400 ribu penerima pada 2026
Baca juga: Pemerintah akselerasi program bedah rumah untuk tekan RTLH
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Bedah rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat mulai jalan di Madura” pada 2026-08-10 20:58:00
