• August 5, 2026 11:17 pm

Indonesia jajaki peluang penempatan pekerja migran ke Slowakia

Indonesia jajaki peluang penempatan pekerja migran ke Slowakia

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjajaki peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Republik Slowakia, terutama di sektor manufaktur, perhotelan, dan layanan perawatan atau caregiver.

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan pertemuannya dengan Duta Besar Republik Slowakia untuk Indonesia Tomas Ferko menjadi langkah awal memperkuat kerja sama ketenagakerjaan antara kedua negara di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di negara itu.

“Kementerian P2MI melihat Slowakia sebagai pasar yang perlu dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di negara tersebut,” kata Christina dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Indonesia-Slowakia perkuat kerja sama lindungi anak korban terorisme

Menurut Christina, jumlah pekerja migran Indonesia yang ditempatkan di Slowakia menunjukkan tren positif, meskipun masih berada di bawah 1.000 orang setiap tahun.

Dia menjelaskan kebutuhan tenaga kerja di negara Eropa tersebut saat ini didominasi sektor manufaktur, terutama karena keberadaan sejumlah perusahaan otomotif global yang memiliki fasilitas produksi di sana.

Perusahaan-perusahaan tersebut, seperti Volkswagen, Kia, dan Volvo, memerlukan tenaga kerja terampil untuk mendukung kegiatan produksi mereka.

Christina mengatakan Indonesia telah memiliki program SMK Go Global yang dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan, sertifikasi, dan kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri di berbagai negara tujuan.

“Kami melihat program ini sangat relevan menjawab kebutuhan tenaga kerja di Slowakia,” katanya.

Baca juga: RI buka peluang kolaborasi pendidikan tinggi dan riset dengan Slowakia

Selain sektor manufaktur, Pemerintah juga melihat peluang penempatan tenaga kerja pada sektor perhotelan yang memerlukan pekerja dalam jangka panjang.

Christina juga menawarkan tenaga Indonesia untuk caregiver guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di panti jompo dan layanan kesehatan di Slowakia.

“Saya juga menyampaikan Indonesia siap menyiapkan tenaga caregiver yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan nursing home atau panti jompo. Saya juga berbagi pengalaman kerja sama yang telah berjalan dengan Jerman sebagai contoh praktik baik yang dapat dikembangkan bersama Slowakia,” katanya.

Dia menambahkan Dubes Tomas Ferko mengapresiasi etos kerja pekerja migran Indonesia yang dinilai disiplin dan mampu menyelesaikan kontrak kerja sesuai ketentuan.

“Reputasi baik seperti ini menjadi modal penting membuka peluang penempatan lebih luas,” kata Christina.

Pemerintah Slowakia juga berencana mengidentifikasi kementerian dan pemangku kepentingan terkait untuk membahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut.

“Potensi kerja sama ini sangat menjanjikan. Harapan saya, komunikasi kami dan Pemerintah Slowakia terus diperkuat sehingga peluang penempatan pekerja migran Indonesia semakin luas, sekaligus memastikan penempatan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.

Baca juga: Komisi Eropa minta data impor minyak Slowakia untuk cari penyedia lain

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Indonesia jajaki peluang penempatan pekerja migran ke Slowakia” pada 2026-08-05 21:56:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *