• July 17, 2026 5:58 pm

Komisi III: Perkuat deteksi dini terhadap potensi teror

Komisi III: Perkuat deteksi dini terhadap potensi teror

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta para pemangku kepentingan memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi teror menyusul kasus ledakan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, yang diduga dilakukan siswa korban perundungan.

“Aksi lone wolf (pelaku tunggal) seperti ini sangat berbahaya karena sulit diprediksi. Saya minta Densus 88, intelijen, dan jajaran institusi terkait bertanggung jawab untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi ancaman seperti ini,” katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Seluruh pihak, imbuh dia, harus peka terhadap potensi ancaman teror. Pengawasan oleh orang sekitar terhadap anggota keluarga, termasuk pelajar, harus lebih dimaksimalkan.

Selain itu, dia menyebut peran kepolisian serta bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas) harus dimaksimalkan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya paham radikal dan ideologi menyimpang.

“Pencegahan dan deteksi dini adalah kunci. Jajaran kepolisian dan instansi terkait harus memperkuat edukasi di masyarakat karena keluarga dan sekolah tetap menjadi benteng pertama anak,” ucapnya.

Menurut dia, perubahan perilaku atau indikasi terpapar pemahaman radikal harus segera ditangani sejak dini. “Jika sudah sampai melakukan aksi teror, aparat tentu harus bertindak tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (14/7) merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan peristiwa itu bermula ketika petugas keamanan sekolah menemukan barang yang diduga sebagai bom rakitan di lingkungan sekolah.

“Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya,” kata Mayndra dalam keterangannya.

Polisi pun mengungkapkan bahwa pelaku peledakan bom adalah seorang siswa yang disebut berniat melampiaskan emosi karena mengalami perundungan selama bertahun-tahun.

Baca juga: DPR yakin calon Jampidsus pilihan Jaksa Agung adalah yang terbaik

Baca juga: Komisi III DPR harap penambahan polhut mampu berantas kejahatan hutan

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Komisi III: Perkuat deteksi dini terhadap potensi teror” pada 2026-07-17 16:10:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *