• July 14, 2026 11:26 pm

MPR RI ajak pelajar perkuat literasi digital untuk tangkal hoaks

MPR RI ajak pelajar perkuat literasi digital untuk tangkal hoaks

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Sekretariat Jenderal MPR RI mengajak pelajar Generasi Z memperkuat literasi digital dan kemampuan berpikir kritis sebagai upaya menangkal hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berkembang di ruang digital.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR RI Budi Muliawan mengatakan tantangan generasi muda saat ini bukan lagi perang fisik, melainkan perang melawan informasi palsu dan manipulasi informasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Karakter kebangsaan tidak cukup dipelajari di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial. Salah satu bentuk bela negara di era digital adalah tidak mudah percaya pada hoaks dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Budi dalam keterangannya saat menjadi narasumber Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pelajar perlu membiasakan diri memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Langkah tersebut dinilai penting mengingat algoritma media sosial berpotensi membentuk cara pandang pengguna melalui filter bubble yang hanya menampilkan informasi sesuai kebiasaan mereka.

Baca juga: Kearney: Literasi AI dan energi bersih kunci daya saing RI

Oleh karena itu, Budi mendorong pelajar memperluas wawasan melalui berbagai sumber informasi yang kredibel, membangun budaya diskusi terbuka, menghargai perbedaan pendapat, serta menghindari perundungan siber (cyberbullying), ujaran kebencian, dan penyebaran konten negatif.

Selain memperkuat literasi digital, Budi menilai pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa dan pengamalan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, menjadi fondasi untuk membangun karakter kebangsaan sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Ia juga mengajak pelajar memanfaatkan teknologi secara produktif untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, mempromosikan budaya Indonesia, serta menyebarluaskan prestasi anak bangsa.

Dalam sesi dialog, Budi menjelaskan MPR RI membuka ruang partisipasi generasi muda melalui berbagai kanal komunikasi resmi, seperti situs web, Instagram, YouTube, dan media sosial lainnya untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Menanggapi pertanyaan mengenai ancaman radikalisme digital, ia menekankan pentingnya membiasakan verifikasi informasi serta memperkuat pendampingan orang tua dan guru agar aktivitas digital anak berlangsung secara aman dan positif.

Baca juga: Analis sebut literasi digital jadi kunci transformasi UMKM di era AI

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “MPR RI ajak pelajar perkuat literasi digital untuk tangkal hoaks” pada 2026-07-14 23:05:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *